Aroma Tak Sedap Iringi Pemilihan Calon Tuan Rumah PON 2020

    0
    409

    pon papuaJAKARTA-(TribunOlahraga.com) Aroma tak sedap iringi proses pemilihan calon tuan rumah PON 2020. Ditengarai ada salah satu calon menggunakan kekuatan uang untuk mendapat dukungan. Meski sulit dibuktikan dugaan penggunaan uang itu, aroma tak sedap itu sangat terasa.
    Dan yang lebih menyedihkan lagi, KONI Pusat sebagai lembaga yang diharapkan bersikap netral justru memperlihatkan sikap eforianya untuk mendukung salah satu calon. Ketidak beresan ini konon sudah tampak sejak tim verifikasi bentukan KONI melakukan penjaringan/penyaringan calon tuan rumah PON 2020.
    Tim verifikasi KONI pun dituding sudah mengarahkan dukungan kepada salah satu calon meski hal itu dibantah keras oleh Ketua Tim Penjaringan Inugroho.’’Tak benar kalau kami telah melakukan aksi pengarahan untuk mendukung calon tertentu,’’kata purnawirawan PATI TNI-AU itu.
    Ada enam Provinsi yang mencalonkan diri sebagai tuan rumah PON 2020 yakni DI Nangroe Aceh Darussalam (NAD), Jateng, Bali, Sumut dan Papua. Dari enam calon itu hanya tiga besar direkomondasikan kepada pemerintah pusat dalam hal iniPresiden untuk ditetapkan sebagai calon tetap.
    Proses pemilihan itu sendiri berlangsung hingga larut malam. Provinsi Papua, berhasil meraih 66 suara dan menjadi calon kuat tuan rumah PON XX tahun 2020.
    Keberhasilan Papua menjadi calon kuat setelah berhasil memperoleh 66 suara menyusul Aceh dan Bali yang sama-sama mendapat 46 suara.

    Sedangkan tiga propinsi lainnya yang mencalonkan diri yakni Jawa Tengah memperoleh 28 suara, Sumatera Utara memperoleh 27 suara dan Sulawesi Selatan mendapat 23 suara.

    Ketua Harian Koni Papua Klemen Tinal menyatakan puji syukur atas dukungan yang sudah diberikan koni dan cabang olah raga kepada Papua.

    Walaupun demikian, kata Tinal yang juga menjabat Wakil Gubernur Papua, pihaknya masih menunggu keputusan pemerintah tentang siapa yang akan jadi tuan rumah.

    “Kami bersama seluruh rakyat siap menjadi tuan rumah PON,” tegas Klemen Tinal yang setia bersama pengurus KONI Papua dan para pendukung menunggu hingga Papua memperoleh suara terbanyak dalam memperebutkan tiga besar calon tuan rumah PON

    Deputi II Kemenpora Prof Dr.Djoko Pekik mengatakan penetapan final tuan rumah PON 2020 akan dilakukan secepat mungkin.’’Insya Allah sebelum pergantian pemerintahan baru, pemerintah jelas akan mempertimbangkan segala hal untuk menentukan siapa yang menjadi tuan rumah PON setelah Jabar itu,’’kata Djoko.

    Rapat anggota KONI yang berlangsung sejak 9 Maret itu memutuskan menerima Kalimantan Utara sebagai anggota KONI.TOR-02

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Please enter your comment!
    Please enter your name here