Banyuwangi Tour de Ijen Diyakini Mampu Pikat Pembalap Asing

    0
    310

    JAKARTA-(TribunOlahraga.com)

    Lomba balap sepeda Banyuwangi Tour de Ijen (BTDI) 2013 yang berlangsung 2-5 Nopember mendatang diyakni mampu memikat atau menarik perhatian para pembalap asing. Bahkan sejumlah tim lit luar negeri seperti dari Iran, Hongkong dan Taiwan sudah memberikan konfirmasi ambil bagian dalam even yang menempuh jarah total 600 km itu.

    Chief Commitioner dari UCI, Djamaluddin Mahmud dalam jumpa pers di Waroeng Daun, Cikini Jakarta, Senin, (2/8) mengakui bahwa ketertarikan pembalap asing untuk ikut BTDI ini tak lepas dari alam dan medan di Banyuwangi, Jatim,  sangat menantang.

    ‘’Pendapat saya pertama jelas kagum dan takjub melihat kondisi alam di Banyuwangi. Medannya pun sangat menantang ini yang membuat saya merasa yakin suatu saat BTDI akan masuk lomba bergengsi di kawasan Asia,’’kata pria asal Malaysia yang sudah akrab dengan lomba balap sepeda di Indonesia ini.

    Djamaluddin yang berpengalaman mengendalikan Tour de Indonesia dan kini Tour de Singkarak, lebih jauh mengatakan, BTDI ini memiliki keunikan tersendiri. Selain alam dan medannya menantang juga penyelenggarannya hanya sebuah Kabupaten, bukan Provinsi.

    Bagi Djamaluddin, keterlibatan masyarakat pedesaaan sudah menjadi modal besar untuk menjadikan BTDI sebagai even yang mampu memberdayakan ekonomi masyarakat.

    Sementara itu Ketua Panpel BTDI 2013, Guntur Priambodo mengatakan sampai saat ini sejumlah 25 tim balap sepeda akan berpartisipasi.

    Sejak pertama kali digelar tahun lalu, BTDI seperti dikatakan Guntur semakin memikat perhatian para pembalap baik dari luar negeri maupun dalam negeri.BTDI menjadi salah satu turnamen resmi seri Persatuan Balap Sepeda Internasional (Union Cycliste International/UCI).

    Sepanjang rute perjalanan pebalap akan melihat keelokan kabupaten berjuluk “The Sunrise of Java”. Melalui rute-rute tersebut, panitia ingin mempromosikan dan menunjukkan Kabupaten Banyuwangi yang mempunyai potensi luar biasa.

    “Kami ingin mempromosikan dan menunjukkan pada dunia internasional bahwa Kabupaten Banyuwangi merupakan daerah yang mempunyai potensi luar biasa, terutama dari segi destinasi pariwisata dan sumber daya alam,” ujar Guntur  yang juga menjabat sebagai Ketua Ikatan Sepeda Sport Indonesia (ISSI) Jawa Timur ini.

    BTDI 2013 akan diikuti oleh 25 tim, 20 tim dari luar negeri dan 5 tim dalam negeri. 20 tim luar negeri terdiri atas 3 klub Pro-Kontinental, 12 klub Kontinental, dan 5 klub luar negeri. Dari dalam negeri akan tampil 5 tim terdiri atas 1 tim nasional dan 4 klub terbaik.

    “Untuk timnas tergabung beberapa klub. Memang tidak semua tim bisa masuk, karena ini benar-benar event profesional, dan untuk bisa masuk menjadi peserta harus diseleksi secara ketat,” tuturnya.

    Lomba balap sepeda berhadiah Rp 700 juta itu merupakan rangkaian Indonesia Grand Prix 2013. Lomba balap sepeda yang masuk dalam rangkaian Indonesia Grand Prix 2013, yaitu Tour de Indonesia, Tour de Jawa Barat, Tour de Ijen, dan Tour de Bali.

    “Tujuan dari Indonesia Grand Prix ini adalah untuk mengumpulkan poin-poin sebagai bekal mengikuti event yang lebih tinggi. Ketika telah mendapatkan poin di event-event ini, mereka akan mudah mengikuti event yang lebih tinggi,” katanya.

    Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas dalam kesempatan itu juga menjelaskan bahwa, BTDI ini meski sama sekali tidak menggunakan dana APBD, diharapkan mampu mempromosikan Banyuwangi ke masyarakat luas termasuk luar negeri.

    ‘’Melalui BTDI kami akan menjual Banyuwangi ke masyarakat luas. BTDI tak hanya bicara olahraga juga pariwisata. Jadi objek-objek wisata di Banyuwangi diharapkan semakin dikenal orang asing sehingga dapat menambah pendapatan ekonomi daerah,’’papar orang nomor satu di daerah Banyuwangi ini.TOR-05

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Please enter your comment!
    Please enter your name here