Chelsie Pun Gagal Raih Norma WGM

    0
    749

    JAKARTA-(TribunOlahraga.com)

    Upaya pecatur putri masa depan Indonesia WIM Chelsie Monica Sihite meraih gelar norma Woman Grand Master (WGM) pada JAPFA Chess Festival 2013 di Gedung Serba Guna Senayan, Jakarta, akhirnya gagal.

    chelsie-okKepastian Chelsie gagal meraih gelar itu setelah pada babak ke-9 yang dimainkan Kamis (18/4) petang dipaksa bermain remis dengan Yulia Kotchetkova (Slovakia). Chelsie yang sebetulnya dalam posisi unggul itu bermain remis pada langkah 37 dengan pembukaan Skotlandia.

    Sayang memang, Chelsie yang semula memberikan harapan apalagi pada babak ke-7 tampil gemilang dengan membukukkan kemenangan mengejutkan atas Sophie Millet itu harus mengubur impiannya.

    Jika pada babak ke-7, posisi bangunan catur Chelsie diambang kekalahan, di babak ke-9, posisi bangunan caturnya justru unggul. Namun karena kurang jeli dan sabar, dia nggak bisa mempertahankan keunggulan itu.

    Menurut mantan juara nasional, MN Juned Pamungkas, peluang Chelsie memenangkan babak ke-9 itu sangat besar. Boleh dibilang sudah di depan mata.

    Jika Chelsie mampu memenangi babak ke-9 ini maka peluangnya meraih gelar norma WGM tentu sangat besar. Pasalnya pada babakke-10 atau terakhir dia akan berhadapan dengan rekannya Medina Warda Aulia, yang dikalahkannya di babak keempat.

    Dengan hasil tersebut, Chelsie kini hanya mengumpulkan 5 poin dari sembilan babak. Persyaratan mengejar norma WGM, minimal harus mencapai 6,5 poin dari sepuluh babak yang dipertandingkan.

    Ditemui usai pertandingan, pecatur 16 tahun ini memperlihatkan raut wajah penuh kekecewaan. Bahkan, dia sempat meneteskan air mata kesedihan. Maklum, setelah Medina gagal meraih gelar WGM, dia menjadi harapan terakhir untuk mewujudkan impian tersebut. Apalagi di event ini adalah kesempatan emas bagi dia untuk meraih norma WGM.

    Juned Pamungkas kemudian menilai, faktor kelelahan menjadi salah satu penyebab mengapa Chelsie nggak bisa mempertahankan keunggulan itu.  ‘’Chelsie kelelahan sehingga tak begitu fokus dalam menghadapi Yulia. Memang secara fisik, bermain dua kali dalam sehari dengan masa istrahat hanya tiga jam tentu sangat menguras stamina,’’kata Juned yang dalam Japfa Chess Festival ini menjadi panitia itu.TOR-02

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Please enter your comment!
    Please enter your name here