DKI Hanya Akui Pordasi

    0
    394

    JAKARTA-(TribunOlahraga.com)
    Perseteruan antara Eqina dan EFI tdiak membuat Pengurus Provinsi (Pengprov) Pordasi DKI harus terlibat dalam konflik tersebut. Pasalnya Pengprov Pordasi DKI sejak awal tetap mengakui sekaligus berapliasi ke Pordasi Pusat.
    Penegasan itu disampaikan Ketua Pengprov Pordasi DKI Alex Asmasoebrata kepada wartawan di sela-sela kejuaraan berkuda Equestrian Piala Pangdam Jaya 2013 di Pulo Mas Jakarta Timur, Jumat, (22/11).
    Menurut Alex, sesungguhnya konflik itu tak perlu terjadi jika semua pihak taat azas dan mematuhi hokum yang berlaku.’’EFI dipaksakan menjadi anggota KONI padahal belum memiliki persyaratan seperti jumlah Pengprov,’’papar Alex yang juga Sekretaris Umum KONI DKI Jaya ini.
    Baik sebagai Ketua Pengprov Pordasi DKI maupun Sekum KONI DKI Jaya, Alex secara tegas mengatakan, tidak mau terseret pada konflik adanya dua wadah di organisasi berkuda, Eqina dan EPI.

    ‘’Sebaiknya, KONI Pusat dan KOI duduk bersama untuk menyelesaikan konflik itu. DKI menyerahkan sepenuhnya kepada dua lembaga itu dan kami hanya mengakui Pordasi yang merupakan satu-satunya wadah olahraga berkuda di Indonesia. Ini seuai dengan perjalanan sejarah dan fakta yang ada,” ujar ayah pembalap putri andalan Indonesia, Andra Asmasoebrata itu.

    Lebih lanjut Alex mengatakan, pembina dan pelaku olahraga di Indonesia harus konsisten dalam menegakan aturan yang telah disepakati sehingga tidak menimbulkan berbagai penafsiran yang akibatnya akan melahirkan perpecahan.

    Yang paling parah, tambah Alex, kecenderungan terjadi sekarang ini adalah banya pengurus organisasi olahraga bersikap mentang-mentang, sok kuasa. Prinsipnya, menjadi peminpin dalam organsisasi itu harus elegan.

    “Laksanakan organisasi sesuai aturan. Ini akan membuat langkah yang diambil akan selalu on the track, tidak justru menimbulkan konflik dan perpecahan,” tegasnya.

    Mengenai pelaksanaan Kejuaraan Berkuda Piala Kodam Jaya 2013, Alex mengatakan, event yang dilaksanakan dari 22-24 November itu mendapat perhatian yang besar dari berbagai daerah. Tercatat 360 peserta ambil bagian dalam kejuaraan yang mempertandingkan nomor tunggang serasi dan jumping itu.

    Peserta mewakili klub yang berasal dari Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Riau, Kalimantan Selatan, Sulut dan Maluku Utara.

    Bagi KONI Jakarta even ini menjadi ajang uji coba atlet yang digodok di Pelatda untuk menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX di Jabar tahun 2016. Ini menjadi tolok ukur latihan selama ini di Pelatda. Setelah kejuaraan akan diadakan evaluasi apakah perlu diadakan promosi-degradasi atlet atau tidak.

    Pada hari pertama kejuaraan telah dipertandingkan lima nomor pertandingan. Gelar juara walk trot children diraih Akbar Kurniawan dengan kuda Imagor dari klub. Kemudian juara walk trot adult jatuh ke tangan Bagas M dengan kuda Crespo dari Aragon Stable Jabar. Pada preliminary adult, Albert Pelealu dari klub Aryanto Arnaldo Stable berjaya meraih gelar dengan kuda Moscow.

    Untuk elementry adult gelar juara direbut Jlfi Momongan dengan kuda Ksatria Parahyangan dari BEC Jabar. Pada preliminary youngstar, Rahmat Saleh dengan kuda Ksatria Parahyangan dari klub Aragon Stable Jabar merebut gelar juara.TOR-02

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Please enter your comment!
    Please enter your name here