Formula 1 2015 Lebih Ketat

    0
    439

    JAKARTA-(TribunOlahraga.com)
    Duel perebutan gelar juara dunia Formula 1 musim 2014 diwarnai perang urat syaraf duo Mercedes, Lewis Hamilton dan Nico Rosberg. Padahal semua orang tahu, keduanya adalah sahabat baik sejak 13 silam. Namun gesekan di tengah sirkuit nyaris memberaikan jalinan pertemanan keduanya. Tikungan Les Combes Sirkuit Spa-Francorchamps menjadi saksi sengitnya duel duo Mercedes tersebut. Pada GP Belgia 24 Agustus, di lap kedua, Hamilton sudah lebih dulu masuk tikungan. Rosberg yang membayanginya tampak memaksakan masuk untuk menyalip dari sisi luar. Hamilton yang ingin menjaga posisinya, kemudian menyenggol sayap hidung bagian kanan mobil Rosberg.

    Namun benturan kecil tersebut ternyata berakibat fatal. Roda belakang sebelah kiri W05 milik Hamilton pecah tergores patahan sayap hidung mobil pacuan Rosberg. Alhasil, dua pertiga lap yang tersisa sebelum masuk pit, Hamilton melajukan mobilnya di atas tiga roda.

    Akibat insiden tersebut Mercedes harus kehilangan banyak poin. Hamilton gagal meraih angka karena tak sampai melewati garis finis setelah hanya menyelesaikan 38 dari 44 lap. Puncaknya, usai insiden tersebut Hamilton menyatakan kepada media bahwa Rosberg bukan lagi sahabatnya, melainkan hanya reka kerja biasa. Imbas dari insiden tersebut pemuda Jerman dijatuhi sanksi yang diperkirakan berbentuk denda.

    Selain di Belgia, keduanya juga terlibat ketegangan di Monaco. Rosberg dianggap sengaja memundurkan mobilnya saat tanpa alasan jelas mengalami salah jalur dalam sesi kualifikasi. Akibatnya steward melambaikan bendera kuning sebagai sinyal agar pembalap lain mengurangi kecepatan, karena terjadi insiden. Padahal Hamilton berpeluang besar untuk meraih pole position.

    Pertarungan duo Silver Arrows diapresiasi banyak kalangan sebagai penyelamat musim 2014. Apalagi F1 banyak ditinggalkan penonton karena suara mesinnya yang terlalu “sopan”. Ditambah lagi, dominasi Mercedes nyaris tak tertandingi oleh tim-tim lain. “Perang saudara” di ajang balap Formula 1 seringkali tak dapat dihindarkan. Itu terjadi ketika sebuah tim mendominasi balapan atau dua pembalapnya sama-sama punya skill dan dibekali dengan mobil bagus.

    Sejarah mencatat salah satu persaingan paling ikonik di ajang F1 adalah ketika Alain Prost bermitra dengan Ayrton Senna di McLaren pada 1989. Puncaknya terjadi ketika legenda asal Brasil itu tak mengindahkan pakta “non agresi” yang sudah disepakati di San Marino. Klimaksnya Prost dan Senna terlibat tabrakan di Suzuka, Jepang. Mobil Senna rusak dan tidak bisa melanjutkan balapan. Gelar juara duniapun melayang ke tangan Prost.

    Banyak musim dilalui dengan pertarungan-pertarungan sengit rekan satu tim dalam perebutan gelar juara dunia. Setiap era punya ikonnya masing-masing, Di awal 80- an Gilles Villeneuve berduel mati-matian dengan Didier Pironi di bawah bendera tim Ferrari. Fans Villeneuve menyebut Pironi punya andil besar pada kematian pembalap Kanada tersebut. Villeneuve murka dengan manuver berbahaya rekan setimnya itu saat beberapa kali melakukan aksi overtaking di GP San Marino. Setelah pertempuran legendaris tersebut usai dengan kemenangan Pironi, Villenueve tidak pernah berbicara dengan Pironi.

    Villeneuve bahkan mendeklarasikan perang dengan Pironi. “Sejak saat ini, kami berperang,” marahnya saat itu. Selang dua pekan berlalu, di GP Belgia, master balapan basah itu meregang nyawa di sesi kualifikasi saat mengalami kecelakaan ketika ingin mengejar catatan waktu Pironi. Tubuhnya terlempar dari dalam mobil yang berputar-putar di udara dan nyawanya tak dapat diselamatkan.

    Di pertengahan 80-an fans F1 disuguhi pertarungan Nigel Mansell v Nelson Piquet. Lalu Michael Schumacher v Eddie Irvine di era 90-an. Pada pertengahan 2007 persaingan Lewis Hamilton versus Fernando Alonso menjadi yang paling sengit. Tak hanya di tengah sirkuit tapi juga di luar balapan. Akibat persaingan itu Fernando yang juga bersitegang dengan bos McLaren dalam kasus spy-gate hengkang ke Ferrari di musim 2008. Melihat peta persaingan di musim 2014,
    kemungkinan merembetnya pertarungan antara Lewis Hamilton dan Nico Rosberg bakal sangat besar.

    Apalagi Rosberg berambisi merebut juara dunianya untuk yang pertama. Bisa jadi, kesempatan pembalap Jerman itu hanya tinggal musim depan Karena dengan pengembangan mesin yang terus berjalan, bukan mustahil bagi pabrikan mesin lainnya untuk kembali meyaingin ketangguhan Mercedes. “Aku berharap anda akan menyaksikannya lagi musim depan. Nico adalah kompetitor hebat. Kami punya mobil yang sama hebat dan kami akan duduk saling berlawanan,” ujar Hamilton awal bulan ini. Melihat tantangan pembalap Stevenage ini, sudah hampir pasti pertarungan keduanya akan memasuki babak baru musim depan

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Please enter your comment!
    Please enter your name here