Indonesia dan Laos Perang di Lini Tengah

    0
    340
     JAKARTA-(TribunOlahraga.com)Militan versus militan, ya…begitulah gambaran ringkas dari duel perdana antara timnas Indonesia U-19 melawan timnas Laos U-19. Tinggal sekarang, adu strategi dan adu jitu menerapkan skema serangan demi serangan secara efektif dan efisen.

    Skuat Garuda Muda akan ditantang Laos U-19 yang berjuluk Thim Xad, dalam laga Pra Piala Asia (PPA) 2014 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Selasa, pukul 20.30 WIB. Pertandingan itu akan ditayangkan secara langsung oleh RCTI.

    Tampil bertanding militan berarti berlaga layaknya gladiator. Pujangga Latin klasik Seneca menulis “gladiator in arena consilium” yang artinya gladiator itu baru memiliki rencana  saat di medan pertarungan.

    Ya, di medan pertarungan yang sengit, bukan medan pembicaraan yang berbusa-busa, gladiator sebagai petarung sejati dilahirkan dan dimuliakan sebagai pemenang.

    Ingin menang memperoleh kemuliaan? Lagi-lagi ungkapan Latin klasik berujar bahwa “gloria sine labore nulla”  artinya tanpa ada kerja tidak ada kemuliaan. Bekerja dan bertarunglah layaknya gladiator.

    Baik Indonesia U-19 maupun Laos U-19 sama-sama punya kecepatan menggelontorkan serangan, sama-sama punya sejumlah ujung tombak yang siap menerjang lini pertahanan lawan.

    Punggawa Garuda Muda di bawah asuhan pelatih Indra Sjafri menyiapkan sederet pemain dengan naluri haus gol. Sebut saja, Evan Dimas, Ilham Udin, Muchlis, dan Maldini. Keempat pemain ini tampil tokcer meraih gelar Piala AFF U-19.

    Organisasi lapangan tengah Indonesia U-19 terus berotot menyuplai bola dan mematikan pergerakan gelandang-gelandang lawan utamanya daya jelajah gelandang-gelandang Laos.

    Ini pekerjaan rumah tidak ringan bagi Hargianto, Zulfiandi  dan dukungan sepenuhnya dari Putu Gede. Nama terakhir ini kerapkali membantu serangan, siap menusuk jantung pertahanan Laos.

    Punggawa Laos U-19 di bawah asuhan pelatih Chandalaphone Liepvisay juga punya amunisi berhulu ledak. Sebut saja, Lembo Saysana, Phithack Kongmathilath, Souksavanh Somsanith, Bounthavy Sipasong, dan Soukchinda Natphasouk.

    Rata-rata gladiator Laos ini mengandalkan kecepatan, kemampuan individu, kejelian dan ketajaman beroperasi dari lini sayap, dan tentunya punya taji dalam melakukan penyelesaian akhir.

    Untuk menghentikan dan menghalau agar pergerakan pemain Laos U-19 tidak “berpesta pora” di lini tengah, hanya ada satu jalan bagi Indonesia U-19 yakni memainkan pola operan-operan pendek dan cepat.

    Penguasaan bola menjadi salah satu kunci bagi gladiator asuhan Indra Sjafri untuk melibas Laos.

    Bukan tidak mungkin, ketajaman lini depan Indonesia akan dihadapi Laos dengan pola ekstra bertahan. Lantas. pasukan Liepvisay akan menunggu saat tepat untuk melakukan serangan balik ekstra cepat dari lini sayap.

    Ivan Dimas dan kawan-kawan perlu lebih fokus dan lebih bersabar dalam penguasaan bola. Layaknya gladiator yang ingin menyerang lawan, lebih dulu menghimpun tenaga agar asa menyerang lawan benar-benar bertenaga dan cespleng.

    Siap-siaplah puluhan ribu penonton di Senayan bersorak “jeger, jeger!” menggenjot semangat tanding dari skuad Garuda Muda. Dan Laos bukanlah tim ayam sayur. Nota bene, mereka siap tampil agresif meski bertanding di hadapan publik Senayan.

    Satu nama perlu jadi catatan tersendiri. Dialah Lembo Saysana yang menorehkan predikat sebagai punggawa tersubur Laos selama Piala AFF U-19 kemarin. Ia telah mengoleksi tiga gol. Hanya saja, ia mengalami cedera.

    Barisan pertahanan Indonesia yang digalang oleh Yama, Fatchu, dan Sahrul akan berhadapan dengan Phithack Kongmathilath, Soukchinda Natphasouk, Souksavanh Somsanith. Resepnya, barisan pertahanan Garuda Muda perlu tampil lebih tenang dan lugas menghalau alur serangan lawan.

    Nama-nama itulah yang siap menjelma menjadi gladiator, meski bertanding di bawah kubah stadion Senayan yang bergemuruh bakal menjadi asupan vitamin ekstra bagi gizi semangat tim Garuda Muda.

    Komentar dua pelatih:

    Indra Sjafri (Indonesia U-19):

    “Kami tuan rumah, sudah saatnya memanfaatkan dukungan penuh masyarakat yang sungguh luar biasa. Untuk babak kualifikasi ini, kemungkinan kami tidak akan mengubah the winning team. Tidak ada perubahan pada skuat yang ada, saya akan mempertahankannya.”

    “Pada prinsipnya, saya tidak mengedepankan pemain bintang. Saya butuh pemain yang bisa bermain untuk tim. Saya memimpin langsung latihan mereka, jadi semua pemain dalam kondisi siap menghadapi laga kualifikasi. Atmosfer SUGBK akan sangat mendukung, begitu juga kondisi lapangan”

    Chandalphone Liepvisay (Laos U-19):      
    “Ini grup berat namun kami sudah melihat beberapa lawan di Piala AFF. Indonesia tim yang bagus dan akan mendapat dukungan penuh dari suporter.”

    “Saya kira kapten Indonesia (Evan Dimas) sangat bagus, begitu juga dengan winger kiri (Ilham Udin Armaijn), dan saya tekankan kepada para pemain agar jangan takut”

    Prakiraan susunan pemain:

    Indonesia U-19 (4-3-3):
    Ravi (penjaga gawang), Fatchu, Yama, Sahrul, Putu Gede, Evan Dimas, Hargianto, Zulfiandi, Ilham Udin, Muchlis, Maldini.
    Pemain cadangan:
    Rully, Febly, Mahdi, Fahri, Dimas Sumantri, Dio Permana, Paulo Oktavianus, Hendra Sandi, Dimas Drajad, Dinan, Yabes Roni, Angga, Febriyanto

    Laos U-19 (4-4-2):
    Niphavong (penjaga gawang), Keola, Khampaseut, Kettavong, Seangdounphachan, Sithanong, Saysana, Natphasouk, Dalavong, Sihavong, Kongmathilath.
    Pemain cadangan:
    Sibaounheung, Sipasong, Phantavong, Sihalath, Phetthaphone, Sayskongkham, Noyvog, Sayalath

    Head to head:
    8 Sept 2013 – Indonesia 3-3 Laos (AFF U-19)

    Lima pertandingan terakhir:

    Indonesia U-19:
    22 Sept 2013 – Indonesia 0-0 Vietnam (AFF U-19)
    20 Sept 2013 – Indonesia 2-0 Timor Leste (AFF U-19)
    18 Sept 2013 – Indonesia 1-1 Malaysia (AFF U-19)
    16 Sept 2013 – Indonesia 3-1 Thailand (AFF U-19)
    14 Sept 2013 – Indonesia 1-3 Vietnam (AFF U-19)

    Laos U-19:
    22 Sept 2013 – Laos 2-4 Timor Leste (AFF U-19)
    20 Sept 2013 – Vietnam 1-0 Laos (AFF U-19)
    15 Sept 2013 – Timor Leste 3-1 Laos (AFF U-19)
    13 Sept 2013 – Laos 3-0 Singapura (AFF U-19)
    11 Sept 2013 – Kamboja 1-3 Laos (AFF U-19)

    Narasi prediksi:

    * Duel Indonesia U-19 melawan Laos U-19 memanggungkan duel lini tengah. Kreativitas gelandang masing-masing tim siap diuji. Indonesia berada di atas angin ketimbang Laos. Saysana masih dibekap cedera, tinggal sekarang memanfaatkan lubang yang ditinggalkan pemain andalan Laos ini.
    * Adu tajam dan adu efektif meneror barisan pertahanan disajikan dalam pertandingan ini. Rapor kreativitas lini tengah Indonesia U-19 di atas rata-rata. Kalau memang Laos mengawal pergerakan Evan Dimas, maka daya gempur Indonesia tidak langsung kelabakan. Masih ada Maldini dan Muchlis yang siap tampil beringas.
    * Pembacaan secara cermat jalannya laga dalam durasi pertandingan 2 x 45 menit menjadi salah satu kunci keberhasilan kedua pelatih. Indra Sjafri lebih punya modal positif meracik dan merangkum sebuah laga untuk menghadapi agresivitas para pemain Laos. TOR-05

     

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Please enter your comment!
    Please enter your name here