Japfa Chess Festival Diyakini Lahirkan Pecatur Berkualitas

    0
    405

    JAKARTA-(TribunOlahraga.com)

    Sudah kedelapan kalinya, PT Japfa Comfeed yang bekerjasama dengan PB.Percasi menggelar turnamen catur yang bertajuk Japfa Chess Festival.

    Dan yang menggembirakan, animo peserta dari tahun ke tahun selalu mengalami peningkatan. Untuk pelaksanaan tahun ini pun panitia terpaksa membatasi jumlah peserta.

    Bagi PB Percasi perkembangan seperti itu tentu sangat besar manfaatnya terutama dalam kaitan dengan pembinaan. Paling tidak melalui Japfa Chess Festival ini, PB.Percasi merasa terbantu dalam menjaring munculnya bibit-bibit pecatur handal Indonesia ke depan.

    Hal itu pun diakui, salah satu tokoh catur nasional Ir Eka Putra Wirya. Menurut Eka yang juga menjadi Ketua Panitia Japfa Chess Festival 2013 ini, ada dua manfaat yang dapat diambil dari even ini. Pertama, akan muncul bibit-bibit pecatur handal Indonesia dan kedua, kemampuan para pecatur akan semakin terasah.

    Eka mengaku bangga melihat tingginya minat peserta di Japfa Chess Festival ini. Melalui turnamen catur yang merakyat seperti ini, Percasi dan Japfa telah membuktikan bahwa pembinaan terhadap pecatur tak pernah surut.

    Japfa Chess Festival  berlangsung 14-19 April di Gedung Serba Guna Gelora Bung Karno Senayan Jakarta, dengan mempertandingkan sejumlah nomor yakni senior putra/putri, junior putra/putri, veteran, beregu antar perusahaan, antarwasit dan yang paling bergengsi yaitu digelarnya Women International Tournament yang diikuti dua pecatur putri Indonesia dan empat pecatur asing.

    Empat pecatur asing tersebut adalah IM Sophie Milliet (Prancis), WGM Yulia Kochetkova (Slovakia), WIM Natacha Benmesbah (Prancis), WGM Alina L`Ami (Rumania).

    Dalam kesempatan itu Eka Putra Wirya juga menyoroti turnamen catur Women International Tournament yang digelar berbarengan dalam Japfa Chess Festival ini.

    Pendiri Sekolah Catur Enerpac (SCE) yang merupakan candradimuka pembinaan catur berskala internasional itu menilai ini kesempatan besar bagi dua pecatur putri Indonesia WIM Medina Warda Aulia dan WIM Chelsie Monica Sihite. Keduanya diproyeksikan untuk memburu norma  menjadi grandmaster wanita (WGM), dengan melawan empat pecatur asing.

    “Medina butuh meraih 6,5 poin di turnamen ini untuk mencapai norma dan menjadi WGM, sedangkan Chelsie juga butuh poin untuk mendapat norma pertamanya dalam rangka memburu gelar yang sama,” tuturnya.

    Dikatakan Eka, dalam tiga hari ini akan dilihat pencapaian mereka apakah keduanya mampu mencapai 4,5 poin. Jika Medina dan Chelsie mampu menembus poin itu peluang meraih target poin semakin terbuka karena dalam dua hari berikutnya hanya butuh main remis.

    Pada kesempatan yang sama, Kepala Humas PT Japfa, Artsanti Alif juga berharap dua pecatur putri Indonesia itu mampu mewujudkan impian  mereka.

    “Kami juga berharap Medina dan Chelsie mampu mengalahkan para pecatur asing itu, sehingga mereka mampu mewujudkan impiannya

    Japfa Chess Festival 2013 ini dibuka secara resmi oleh Sekjen KONI Pusat Hamidi yang mewakili Ketua Umum KONI Pusat Tono Suratman. Selain dihadiri Wakil Ketua Umum PB.Percasi GM Drs Utut Adianto, acara pembukaan Japfa Chess Festival ini juga dihadiri Komisaris Utama PT Japfa Comfeed Syamsir Siregar. TOR-02

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Please enter your comment!
    Please enter your name here