Jonathan Sianturi:

    0
    1598

    Setia Sampai Mati Untuk Senam
    Sudah sepuluh tahun lamanya, Jonathan Sianturi pensiun sebagai atlet senam. Namun lepas sebagai atlet, Jonathan ternyata tak bisa melupakan  olahraga yang membesarkan namanya itu.
    Sejak tahun 2005 hingga kini dia menekuni  profesi sebagai pelatih senam baik di tingkat Pengprov DKI maupun pelatnas.Jonathan mengatakan berprofesi sebagai pelatih senam adalah bentuk kesetiaannya kepada senam.
    ”Saya dikenal banyak orang karena senam. Jadi sampai mati pun saya tak bisa lepas dari senam,”kata ayah tiga anak yang semuanya mengikuti jejaknya menjadi atlet senam itu.
    Putra sulungnya, Calvin dan anak bungsunya Joseph adalah atlet artistik. Sementara anak keduanya, Lidya Gracela memilih untuk nomor ritmik.
    ”Saya tak pernah mengrahkan mereka menjadi atlet senam. Tetapi mungkin, faktor lingkungan ikut mempengaruhi mereka sehingga mau terjun di dunia senam,”papar Komisi Teknik (Komtek) Pelatihan di Pengprov Persani DKI Jakarta ini.
    Ketika masih aktif jadi atlet, segudang prestasi ditorehkan Jonathan. 26 medali emas di Pekan Olahraga Nasional, 14 emas SEA Games, dan 2 emas Commonwealth Games.
    Di Popnas kali ini, Jonathan tampak sibuk mengamati para atlet pelajar dari daerah. Karena dia menilai, di sinilah kesempatan untuk melihat calon atlet handal. Bakat-bakat mereka akan terlihat di Popnas ini.
    Namun Jonathan sependapat bahwa Popnas bukan hanya mengejar kemenangan. ”Popnas ini kan tahap awal dari proses pembinaan prestasi. Jadi tak hanya skill yang dilihat, juga mental tanding mereka,”paparnya.
    Jonathan Sianturi lebih jauh mengatakan, jika pemantauan bakat-bakat di Popnas ini berlangsung baik, kesenjangan prestasi antara pesenam senior dengan lapis di bawahnya tak perlu terjadi.
    Jonathan benar karena sejak dirinya pensiun sebagai atlet, tak ada lagi pesenam Indonesia yang mampu berjaya minimal di level SEA Games. (suharto olii)

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Please enter your comment!
    Please enter your name here