Komdis PSSI Akan Usut Tuntas Dugaan Pengaturan Skor di Play Off

    0
    341

    JAKARTA-(TribunOlahraga.com)
    Ketua Komisi Disiplin (Komdis) PSSI Hinca Panjaitan mengakui bahwa Komdis telah melakukan pengusutan terkait adanya dugaan pengaturan skor di babak play-off beberapa waktu yang lalu.
    Indikasi pengaturan skor itu mencuat setelah Direktur Sekuriti FIFA, Ralf Mustchake secara mengejutkan mengeluarkan pernyataan saat mengikuti Kongres Internasional of Sport Law (IASL) di Bali. Saat itu, Mutstchake mengatakan bahwa sejumlah pertandingan play-off terindikasi adanya pengaturan skor.
    “Seminggu kemarin kami sudah bekerja keras tanpa banyak yang tahu. Seluruh rekaman pertandingan sudah kami punya dan diperiksa dan dilihat, begitu pun seluruh perangkat pertandingan yang bertugas di Jepara itu sudah kami mintai keterangan,” kata Hinca Panjaitan kepada wartawan di Kantor PSSI Senayan, Jakarta, Sabtu (16/11) malam.
    Setelah melakukan pengusutan dan meminta keterangan dari Panitia Penyelengara (Panpel), Pengawas Pertandingan (PP) dan perangkat pertandingan (wasit, hakim garis), Hinca mengaku Komdis pekan depan akan memanggil beberapa pihak untuk dimintai keterangannya seperti pemanggilan kepada klub, manajer, pelatih dan pemain.
    “Pemain dari dua klub itu ada yang empat dan tiga, dari PSLS empat pemain, satu manajer dan satu pelatih. Kemudian Bontang FC ada 3 pemain, satu manajer dan satu pelatih. Minggu depan dipanggil, tahapan sudah dekat,” tambahnya.
    Dari hasil penyelidikan terhadap perangkat pertanding, Hinca tidak membantah kalau perangkat pertandingan yang bertugas saat itu mengaku heran dengan pertandingan yang berlangsung.
    “Perangkat pertandingan tidak terlibat. Tetapi mereka bingung kenapa mereka memimpin pertandingan seperti ini. Mereka mengaku tidak pernah menyaksikan pertandingan seperti itu. Babak pertama habis-habisan, babak kedua keringat tidak ada,” ungkapnya.
    Hinca menegaskan, Komdis akan menindak tegas pihak-pihak yang terlibat dalam kasus pengaturan skor di babak play-off itu. Meski untuk hukuman yang dijatuhkan Komdis, pihak terhukum masih bisa melakukan banding di Komisi Banding (Komding)
    “Ancaman bagi yang terlibat adalah hukuman maksimal dilarang terlibat di sepakboa seumur hidup. Siapa pemain masih menjadi misteri. Semua orang diberikan kesempatan banding,” tandasnya. TOR-05

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Please enter your comment!
    Please enter your name here