Komisi X DPR Sebut Tim Sembilan Tak Perlu Ada

    0
    389

    JAKARTA-(TribunOlahraga.com)
    Keputusan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi membentuk Tim Sembilan dan peresmiannya dilakukan 2 Januari 2015 lalu, atau dua hari sebelum digelarnya kongres biasa PSSI tahun 2015 dinilai Ketua Komisi X DPR RI Teuku Riefky Harsya suatu hal yang mubazir.

    Pasalnya Tim Sembilan yang dibentuk dengan wacana untuk mengawasi serta mengevaluasi kinerja PSSI itu menurut Teuku, justru menjadi bumerang karena FIFA bisa menilai bahwa pemerintah telah melakukan intervensi kepada induk organisasi sepakbola tertinggi di Indonesia itu.
    ‘’Menpora jangan gegabah membentuk Tim 9 kalau hanya sekedar mengevaluasi kinerja PSSI. Lagi pula, secara organisasi, PSSI kini tengah menuju ke arah yang lebih baik setelah sebelumnya dilanda konflik. Kan masih ada KONI yang justru lebih berwenang memanggil PSSI bilamana ada masalah,’’kata Teuku Riefky Harsya seusai menghadiri Kongres Tahunan PSSI di Hotel Borobudur Jakarta, Minggu, (4/1).

    Teuku lebih jauh mengatakan, Menpora harus sadar terlampau jauh mencampuri urusan PSSI itu sama saja mengundang FIFA untuk membekukkan sepakbola Indonesia. Dan yang rugi kan semuanya, pemain, pelatih, wasit dan mereka-mereka yang mencari makan dari aktifitas sepakbola ikut kena dampak buruknya.
    Oleh karenanya, Teuku akan segera memanggil Menpora untuk mempertanyakan apa tujuan membentuk Tim 9 tersebut. mata itu.
    Teuku khawatir, adanya Tim Sembilan bisa memperkeruh suasana sepakbola nasional. Karena ada KOI dan KONI yang bisa diajak berdiskusi bersama PSSI untuk berbenah.

    “Sebetulnya bisa saja mengundang langsung PSSI dan nanti bisa meminta masukan dari KONI atau KOI terkait dengan FIFA. Dari sana kan bisa dilihat mana pihak yang bisa diajak ngomong, kenapa harus membentuk tim-tim lain yang mungkin malah akan memperkeruh keadaan.”

    Tim Sembilan sendiri memakan anggaran sekitar Rp.2 miliar, dan dana tersebut dinilai akan lebih bijak jika digunakan untuk hal lain yang membantu kemajuan olahraga.

    “Anggarannya juga Rp.2 miliar, lebih baik uang tersebut diberikan untuk kas PSSI agar bisa dipakai untuk mendukung dan memperbaiki program-program mereka ke depan. Saya rasa itu buang-buang duit saja,” tegasnya. TOR-06

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Please enter your comment!
    Please enter your name here