KONI Harus Bertanggujawab Jika Olahraga RI Dihukum IOC

    0
    377

    JAKARTA-(TribunOlahraga.com)
    KONI Pusat menjadi pihak pertama yang harus bertanggujawab jika olahraga Indonesia mendapat sanksi atau hukuman dari IOC sehubungan dengan penggunaan logo baru lima ring. Oleh karenanya, 30 cabang olahraga (cabor) meminta kepada KONI Pusat untuk segera mencabut logo tersebut.
    Demikian pernyataan Umbu Samapatti SH yang mewakili 30 cabor itu dalam jumpa wartawan di Restoran Pulau Dua Senayan Jakarta, Senin, (10/3).
    Persoalan pengesahan logo baru KONI ‘’Ring Lima’’ menjadi hangat dalam Musornaslub KONI, Minggu, (9/3) malam di Jakarta Covention Center. Bahkan akibat pengesahan AD/ART KONI tentang logo itu membuat 30 cabor walk out dari ruang siding. Pasalnya mereka menilai logo baru dengan lima ring melanggar aturan Komite Olimpiade Internasional (IOC).

    “Tindakan ini merupakan bentuk sikap dan tanggung jawab kami sebagai pelaku olahraga Indonesia agar pengesahan AD/ART itu tidak bertentangan dengan IOC dan Undang-Undang Sistem Keolahragaan Nasional,”ujar Umbu Samapatty yang juga Sekjen PB.Pelti itu.
    Umbu juga mengatakan, pemakaian logo KONI dengan penambahan ring lima dikhawatirkan akan mendapat teguran atau sanksi dari Komite Olimpiade Internasional (IOC).
    “IOC sendiri sebenarnya sudah mengirimkan surat secara resmi kepada Menpora Roy Suryo agar logo itu hanya digunakan oleh KOI yang merupakan perwakilan IOC di Indonesia. Jika surat permintaan itu tidak digubris, dikhawatirkan Indonesia akan mendapat sanksi dari IOC. Yang kami sayangkan, Menpora Roy Suryo merestui pemakaian logo ini,” tandas Umbu.
    Ditegaskan, IOC tidak main-main dalam menjatuhkan sanksi. Beberapa negara telah dijatuhi sanksi karena melanggar aturan, di antaranya India, Kuwait, dan Iran.
    Dikatakannya, dengan surat yang dikirim IOC kepada Menpora tertanggal 25 Februari tahun lalu, seharusnya KONI sudah mencabut logo ring lima itu.
    ”Mulai pekan ini sampai Desemeber, masalah ini harus sudah jelas, apakah Indonesia dikenai sanksi IOC atau penggunaan ring lima dicabut KONI,” beber Umbu.
    Sementara Sekjen Pertina Haryo Yuniarto mengatakan, pihaknya ingin melindungi kepentingan IOC, karena tinju merupakan salah satu cabang olahraga Olimpiade.TOR-02

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Please enter your comment!
    Please enter your name here