Marzuki Alie Ketua Umum PTMSI Versi KONI

    0
    444

    JAKARTA-(TribunOlahraga.com)
    Marzuki Alie terpilih sebagai ketua umum PB PTMSI periode 2014-2018 dalam Musyawarah Nasional (Munas) yang dimediasi KONI Pusat di Hotel Atlet Century Jakarta, Selasa (4/2).
    Marzuki juga Ketua DPR RI itu terpilih secara aklamasi karena tak ada calon lain yang maju. Terpilihnya Marzuki dalam Munas PTMSI versi KONI Pusat ini membuat organisasi tenis meja Indonesia kini menjadi dua.
    Pasalnya, pada Oktober tahun lalu, Komjen Polisi Drs Oegroseno juga terpilih sebagai Ketua Umum PTMSI melalui Munas PTMSI yang diprakarsai kelompok ‘’status quo’’. Dalam Munas itu, Oegroseno yang juga Wakapolri ini dipilih oleh 21 Pengprov PTMSI.
    Kelompok 20 ditengarah didukung oleh Ketua Umum sebelumnya Tahir MBA. Big bos Mayapada Grup inilah yang menjadi muara kekisruhan di tubuh PTMSI setelah mendapat mosi tidak percaya dari mayoritas Pengprov.
    Hampir dua tahun lamanya PTMSI dilanda polemik dan kini pun kekisruhan semakin panjang dan memanas setelah adanya dua Ketua Umum, Oegroseno (kelompok 20) dan Marzuki Alie (kelompok 13 yang dimediasi KONI).
    Dalam sambutannya ketika terpilih sebagai Ketua Umum, Marzuki Alie mengatakan ada pekerjaan berat yang harus dilakukan usai Munas. Dia memahami induk organisasi tenis meja Indonesia tengah dilanda konflik. PB PTMSI pecah jadi dua.
    Karena itulah, Marzuki berjanji bakal merangkul 20 provinsi yang mengusung Oegroseno. “Kami akan akomodir mereka untuk bisa bergabung. Kami meminta para pengprov untuk bersama-sama agar kembali. Saya hadir dalam organisasi PTMSI sebagai bentuk kesiapan saya membangun olahraga tenis meja Indonesia,” katanya.
    Sebenarnya, Marzuki kurang berhasrat memimpin PB PTMSI. Namun karena ada desakan dari berbagai pihak, salah satu pentolan Partai Demokrat tersebut bersedia maju demi Merah Putih. “Saya mengetahui risiko yang ada. Tapi tujuan saya ikut dalam pengurus tenis meja untuk kepentingan Merah Putih. Selanjutnya saya berharap tak akan ada lagi kotak-kotak di kepengurusan. Saya yakin kalau kepengurusan solid, tenis meja bisa tumbuh dan berkembang dan atlet bisa beerbicara di tingkat internasional,” ungkapnya.
    Pada Munas tersebut, dari 34 pengprov yang diundang, hanya 13 yang hadir. Mereka adalah perwakilan Sumbar, Sumsel, Riau, Bengkulu, Lampung, Jabar, Banten, NTB, Kalbar, Kaltara, Maluku, Sulut dan Papua Barat.
    Ketua Umum KONI Pusat Tono Suratman mengemukakan, Munas sudah dijalankan sesuai aturan yang ada. Sesuai perintah Badan Arbitrase Olahraga Indonesia (BAORI) dan Pengadilan, lanjut dia, KONI Pusat diminta menggelar Munas karena terjadi kisruh di tubuh PB PTMSI.
    “Walau yang hadir 13 pengprov, ini tetap sah karena sudah sesuai aturan. Panitia sudah mengundang 34 pengprov, namun sampai pelaksanaan Munas tidak juga hadir,” kata Tono.Karena itu, tidak ada yang salah dengan terpilihnya Marzuki Alie sebagai ketua umum PB PTMSI.
    Pihaknya justru menyayangkan 23 pengprov yang menamakan diri sebagai Presidium PB PTMSI dengan menggelar Munaslub dan memilih Oegroseno. “Ada yang belum bisa menahan emosi, kemudian membuat kepengurusan sendiri. Mereka keliru karena menggunakan cara-cara yang tidak sesuai aturan, seperti membuat presidium. Untuk selanjutnya, persoalan itu akan diselesaikan Pak Marzuki Alie sebagai ketua umum PB PTMSI yang baru,” ungkapnya.TOR-02

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Please enter your comment!
    Please enter your name here