Marzuki Alie: LIPIO Tidak Boleh Berhenti

    0
    312

    BANDUNG-(TribunOlahraga.com)
    Ketua DPR RI yang juga penggagas sekaligus Pembina Liga Pendidikan Indonesia (LIPIO), Marzuki Alie menegaskan dalam kondisi apa pun liga ini tidak boleh berhenti. Pasalnya LIPIO tak hanya bicara sepakbola tetapi menjadi wahana strategis bagi pembinaan generasi muda bangsa ke depan.
    ‘’Jujur saja, sejak empat tahun digulirkan dalam kondisi pas-pasan karena belum ada dukungan dana maksimal dari pemerintah, LIPIO telah memberikan harapan menyegarkan bagi persepakbolaan Indonesia. PSSI pun sebagai induk organisasi sepakbola nasional mengakui peran LIPIO terhadap pembinaan usia muda sangat besar,’’kata Marzuki ketika membuka secara resmi LIPIO Camp 2013 SMA sederajat di Kompleks Sekola Calon Perwira (SECAPA) Angkatan Darat, Bandung, Jabar, Senin, (9/12) malam.
    Turut hadir dalam acara itu diantaranya adalah Deputi Pemberdayaan Olahraga Kemenpora Tunas Widhiarto, Sekjen PSSI Djoko Driyono, Ketua Badan LIPIO (demisioner) Prof Toho Cholik Mutohir , Komandan SECAPA Brigjen TNI Hartomo dan perwakilan Kemendikbud.
    Marzuki mengaku prihatin karena perhatian pemerintah terhadap LIPIO ini belum maksimal. Padahal sudah ada MoU antara Kemenpora, Kemendikbud dan PSSI.
    Pada tahun pertama pelaksanaan LIPIO, menggunakan dana pribadi Marzuki Alie. ‘’Bukan saya mengungkit-ungkit, tetapi saya harus mengucurkan dana pribadi asalkan LIPIO berjalan. Dalam pelaksanaan berikutnya terpaksa saya harus telepon langsung Mendikbud agar bisa membantu pendanaan.Sebagai Ketua DPR RI saya malu karena setiap tahun harus telepon dulu Menterinya. Padahal berapa saya sih anggaran untuk LIPIO jika dibanding anggaran Kemendikbud yang mencapai puluhan trilyun rupiah,’’tandas Marzuki.
    Oleh karenanya, Marzuki akan mendesak untuk dilakukan kembali MoU dengan paying hokum yang jelas. Sepakbola adalah olahraga yang paling popular dan digemari masyarakat Indonesia, menjadi kewajiban bagi negara untuk untuk mendukung pendanaannya.
    LIPIO Camp 2013 ini diikuti 99 pemain dari seluruh Indonesia. Mereka ini akan menjalani seleksi selama enam hari (9-15 Desember). Mereka ini ditangani oleh mantan pemain timnas PSSI seperti Kurniawan Dwi Yulianto, Yeyen Tumena dan Indriyanto Nugroho.
    Menurut Marzuki, dirinya telah minta kepada tim seleksi agar objektif dan selektif. Kalau memang dari 99 itu hanya 3 pemain yang layak maka 3 pemain itulah yang direkomondasikan kepada PSSI untuk dibina lebih lanjut. Sebaliknya kalau 50 pemain memenuhi kualifikasi, ke-50 pemain tersebut yang akan dibina.

    Tujuan inti LIPIO Camp adalah tingkatkan kemampuan main dan pembentukan karakter. LIPIO juga jadi wadah pencarian bibit muda buat isi skuad timnas U-16 dan U-17 Indonesia.
    PSSI Siap Mendukung
    Sementara itu Sekjen PSSI Djoko Driyono mengatakan, LIPIO telah menjadi rel pembinaan sepakbola usia muda yang sesungguhnya. Oleh sebab itu, PSSI pasti akan mendukung program ini.
    Sukses timnas U-19 menjuarai Piala AFF kemudian lolos ke putaran final Piala Asia dengan menjuarai fase grup di mana timnas kita memukul juara bertahan tim Korsel di Senayan, telah menginspirasi PSSI bahwa betapa pentingnya pembinaan usia muda.
    ‘’PSSI siap mendukung karena LIPIO disepakati sebagai rel pembinaan sepakbola usia muda. Tak ada alas an bagi PSSI untuk tidak memanfaatkan program ini,’’papar Djoko.
    Dalam kesempatan yang sama Ketua Badan LIPIO (demisioner) Toho Cholik Mutochir mengatakan, LIPIO piala Presiden RI ini diharapkan menjadi kawah candradimuka lahirnya pemain-pemain berbakat.
    ‘’Beruntung kami punya sosok Pak Marzuki Alie yang konsisten mendukung LIPIO ini. Kedepan harapan kami agar pemerintah memberikan dukungan maksimal karena LIPIO tak hanya membina sepakbola juga mental dan karakter anak bangsa,’’demikian Toho yang mantan Sesmen Kemenpora itu. TOR-02

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Please enter your comment!
    Please enter your name here