Menpora Bantah Pemindahan ISG ke Jakarta Bermuatan Politik

    0
    439

    JAKARTA-(TribunOlahraga.com)

    Menpora Roy Suryo menegaskan upaya pemindahan tempat pelaksanaan Islamic Solidarity Games (ISG) III ke Jakarta bukan karena ada muatan politik. Pemindahan itu semata-mata karena faktor non teknis seperti status Gubernur Riau Rusli Zainal sebagai penanggungjawab ISG III menjadi tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

    Roy Suryo menegaskan hal itu sekembalinya dari Pekanbaru Riau, Selasa, (14/5) lalu. Ia menilai opsi pemindahan lokasi kejuaraan olahraga antarnegara Islam atau Islamic Solidarity Games (ISG) 2013 bukan terbentur hal teknis, melainkan pada siapa yang kelak menjadi pihak penanggung jawab.

    Hal itu mengingat status Rusli Zainal, Gubernur Riau, yang juga sebagai penanggung jawab ISG untuk daerah telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Maka, dikhawatirkan dapat menjadi masalah yang akan menghambat gelaran ISG yang ketiga itu.

    “Andai kata status dari Gubernur itu tidak dalam status tersangka, tidak ada persoalan. Saya akan dukung 1.000 persen. Akan tetapi, ini bukan soal teknis, ini soal nonteknis,” kata Roy.

    Pelaksanaan ISG rencananya berlangsung pada tanggal 22 September–1 Oktober setelah mundur dari tanggal 6–17 Juni karena lokasi yang sebelumnya menjadi tempat pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2012 masih banyak kekurangan.

    Selain itu, lanjut dia, juga masalah belum selesainya perkara penyelesaian utang sebesar Rp240 miliar saat pembangunan sarana olahraga.

    “September masih lama, segala kemungkinan bisa terjadi,” ujar Roy, masih terkait dengan status Gubernur Rusli.

    Menurut Roy, jika proses hukum Rusli semakin berlanjut, harus ada pihak yang menggantikan Rusli sebagai penanggung jawab daerah.

    Secara struktural, Wakil Gubernur Mambang Mit yang otomatis menggantikan. Namun, ternyata dia sejak awal tidak dimasukkan dalam kepanitiaan sehingga menolak untuk terlibat.

    “Apalagi dia mau maju ke pilkada. Jadi, dia tidak mau nanti dikaitkan dengan rencananya itu,” jelas Roy.

    Bergesernya pelaksanaan ISG menjadi September pun dikhawatirkan Roy karena berdekatan dengan pelaksanaan Pilkada Riau, 4 September, sehingga rawan banyak kepentingan.TOR-02

     

     

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Please enter your comment!
    Please enter your name here