OCA Kantongi Jaminan Presiden Jokowi Atas Kesuksesan Asian Games 2018

    0
    239

    JAKARTA-(TribunOlahraga.com)
    Presiden OCA Sheikh Ahmad Al-Sabah mengaku kagum dengan keseriusan Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games 2018. Sheikh Ahmad juga mengantongi jaminan langsung dari Presiden Joko Widodo tentang kesuksesan Asian Games 2018 di Indonesia.

    “Saya bertemu dengan Presiden Joko Widodo yang memberikan garansi Asian Games 2018 sesuai jadwal yang ditetapkan,” kata Al-Sabah usai bertemu Presiden, Rabu (7/1).

    Ia juga mengatakan sebagai tuan rumah Indoneaia telah menyiapkan semua faktor pendukung mulai dari sarana transportasi, akomodasi, dan IT yang sesuai standar OCA.

    “Jakarta sebagai tuan rumah juga tengah membangun sarana transportasi MRT yang tentunya akan menjadi salah satu pendukung kelancaran transportasi selain sarana transportasi lainnya seperti Bandar Udara yang dekat dengan fasilitas olahraga,” kata pria asal Kuwait itu.

    Usai bertemu Presiden Jokowi di Istana, Sheikh Ahmad langsung menyambangi kantor KOI di Gedung FX Senayan, (eks gedung KONI Pusat). Didampingi Ketua KOI Rita Subowo dan sejumlah delegasi OCA yang rata-rata berasal dari negara-negara Timur Tengah, orang nomor satu di OCA itu mengaku plong karena melihat keseriusan dan kesungguhan Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games 2018.

    ”Seperti saya katakan sebelumnya pada acara jamuan makan malam di Hotel Mulia, bahwa saya yakin Indonesia mampu menjadi tuan rumah Asian Games 2018 dengan tingkat pencapaian yang baik. Apalagi Maddam Rita (maksudnya Rita Subowo-red) punya banyak relasi baik di tingkat OCA maupun IOC,”tambahnya.

    Ia pun mendorong keinginnan dari negara-negara yang pernah menjadi penyelenggaran pesta olahraga multi even seperti Cina, Korsel, Inggris dan Australia, untuk membantu Indonesia dalam persiapan menggelar hajatan olahraga empat tahunan paling bergengsi di Asia itu.

    Sementara itu Pemprov DKI ingin agar pembangunan transportasi massal di Jakarta dapat rampung sebelum Asian Games 2018 digelar di Jakarta.

    Proyek pembangunan yang diminta dipercepat pembangunannya adalah transportasi massal berbasis rel, Mass Rapid Transit (MRT). PT MRT Jakarta diminta mengerjakan seluruh pembangunannya selama 24 jam, tanpa henti.

    Permintaan tersebut disampaikan Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Syaiful Hidayat, dalam pertemuannya dengan jajaran direksi PT MRT Jakarta di Balai Kota DKI, Jakarta, Rabu (7/1).

    Melalui pertemuannya dengan PT MRT Jakarta tersebut, Djarot mendapatkan laporan, pembangunan MRT tidak dapat mencapai 100 persen dari target yang telah ditentukan. Sepanjang 2014, pembangunan baru bisa mencapai 60 persen.

    “Dari yang sudah dikerjakan, ternyata tidak bisa mencapai 100 persen. Baru mencapai 60 persen, karena ada beberapa kendala. Kendala yang paling mendasar adalah pembebasan lahan yang belum rampung juga,” kata Djarot di Balai Kota DKI, Jakarta.

    Untuk mengejar ketertinggalan tersebut, pekerjaan fisik dimintanya dilakukan selama 24 jam, dengan pembagian kerja menjadi empat shift.

    “Saya minta untuk mengejar ketertinggalan itu. Pekerjaan fisik dikerjakan 24 jam, dengan membagi jam kerja menjadi empat shift. Jadi nggak perlu saling tunggu,” ujarnya.

    Namun percepatan pelaksanaan pekerjaan fisik MRT, diharapkannya tidak mengganggu arus lalu lintas di sepanjang proyek MRT, agar tidak terjadi kemacetan lalu lintas yang semakin parah.

    Mantan Wali Kota Blitar ini minta pengerjaan fisik MRT dikurangi intensitasnya selama jam-jam padat kendaraan. Kemudian dimaksimalkan kembali pada jam-jam yang tidak padat kendaraan bermotor.

    Djarot mengakui PT MRT Jakarta sudah menyanggupi. Ia berharap pembangunan MRT bisa rampung lebih cepat, yakni pada 2017. Percepatan pembangunan MRT ini dilakukan untuk mengejar penyelenggaraan Asian Games.

    “MRT akan membuat kajian wajah transportasi Jakarta pada 2018. Saya minta gambaran kondisi transportasinya seperti apa, karena tahun itu kita ditunjuk sebagai penyelenggara Asian Games,” ungkapnya.TOR-01

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Please enter your comment!
    Please enter your name here