PB ISSI Terbelah Tiga

    0
    534

    JAKARTA-(TribunOlahraga.com)
    PB ISSI di bawah pimpinan Edmond Simorangkir kembali terpecah. Kini, terdapat tiga kepengurusan induk cabang olahraga balap sepeda di Indonesia. Selain PB ISSI pimpinan Edmond, kemarin muncul kepengurusan yang digalang Sekjen Sofyan Ruzian dkk. Sebelum itu, muncul pula PB ISSI hasil Munaslub Sidoarjo 2013.
    Perpecahan tersebut kian kentara setelah PB ISSI di bawah kendali Edmond dan kubu Sofyan Ruzianmenggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di tempat yang berbeda.
    PB ISSI menyelenggarakan Rakernas di Hotel D’Wangsa, Jakarta Pusat. Kegiatan ini hanya dihadiri tiga Pengprov, masing-masing DKI Jakarta, Sumbar dan Yogyakarta. Sedangkan kubu Sofyan Ruzian menggelar di Wisma PKBI Kebayoran, Jakarta dengan diikuti 17 Pengprov. Mereka terpaksa mengadakan Rakernas sendiri karena tak puas dengan kepemimpinan Edmond.
    Meski hanya dihadiri tiga Pengprov ISSI, Rakernas PB ISSI diklaim tetap sah. Sebab, kegiatan mereka dihadiri perwakilan KONI Pusat. Sedangkan Rakernas yang digerakkan Sofyan Ruzian dkk diklaim ilegal.
    Salah satu keputusan yang diambil dalam Rakernas PB ISSI, yakni memecat Sofyan Ruzian dari posisi Sekjen. Pasalnya, pria yang sudah menjabat pengurus PB ISSI sejak 26 tahun itu sudah tak bisa diajak bekerjasama.
    “Saya selalu meminta laporan dan pertanggungjawaban selama ada kegiatan, tapi Sekjen (Sofyan Ruzian-red) tak pernah memberikan. Pada SEA Games 2013 misalnya, saya minta laporan terkait keuangan, tapi sampai sekarang belum juga diserahkan. Padahal ketua umum berhak meminta laporan kepada Sekjen. Dengan demikian, sekjen sudah tak bisa diajak bekerjasama dan kami putuskan untuk diganti,” ujar Edmond usai Rakernas.
    Sebagai gantinya, posisi Sekjen PB ISSI diserahkan kepada Inge Inkiriwang. Inge dianggap cocok menempati jabatan sekjen dengan pengalaman yang dimiliki, ditambah sebagai mantan pebalap nasional.
    “Semua akan kami laporkan kepada KONI Pusat dan Menpora terkait hasil Rakernas ini. Begitu pula pergantian sekjen dari Pak Sofyan kepada Bu Inge. Kami juga perlu penyegaran dan regenerasi di tubuh PB ISSI mengingat Pak Sofyan sudah begitu lama menjabat sebagai pengurus,” katanya.
    Ketua Bidang Hukum PB ISSI Partahi Sihombing menyatakan, Rakernas yang digerakkan Sofyan Ruzian Cs dinyatakan tidak sah. Pasalnya, kegiatan mereka tidak mendapat izin dari ketua umum PB ISSI. Selain itu, tempat yang diputuskan untuk menggelar Rakernas bukan di Wisma PKBI, melainkan di Hotel D’Wangsa.
    “Sesuai AD/ART, mereka sudah menyalahi aturan. Semestinya, penyelenggaraan Rakernas harus ditentukan PB ISSI, bukan Sekjen. Kemudian, dibentuk lah panitia pelaksana. Karena itu, kami mempertanyakan proses dan mekanisme mereka yang tanpa melalui AD/ART organisasi. Jadi Rakernas mereka kami anggap ilegal,” ungkap Partahi, diiyakan Arno Gautama Harjono, anggota Bidang Hukum PB ISSI yang lain.
    Terkait kebasahan hasil Rakernas PB ISSI karena hanya diikuti tiga pengprov, Partahi membantahnya. Menurut dia, Rakernas PB ISSI pimpinan Edmond tetap sah meski yang datang hanya segelintir orang. Sebab, dalam AD/ART organisasi, permasalahan jumlah peserta bisa mencapai kuorum, hanya berlaku di kegiatan seperti Musyawarah Nasional (Munas) atau Kongres.
    “Kalau Rakernas tidak perlu menunggu dua pertiga dari jumlah anggota. Berapapun yang hadir, Rakernas tetap sah berikut hasil-hasilnya,” tegasnya.TOR-02

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Please enter your comment!
    Please enter your name here