Peningkatan Fisik Jadi Perhatian Tim FIBA Indonesia

    0
    412

    JAKARTA-(TribunOlahraga.com)

    Tim bola basket Indonesia 3X3  yang baru saja menjuarai FIBA 3X3 World Tour 2013 Seri Tokyo fokus pada peningkatan kemampuan fisik para pemainnya mengahdapi Grand Final di Istanbul, Turki Oktober mendatang.

    Tim-FIBA-IndonesiaMenurut pelatih Indonesia, Anthony Gunawan, para pemainnya akan digenjot latihan fisik. Ini berdasarkan hasil di Tokyo fisik pemain masih perlu dibenahi.

    “Persiapan kami ¬†menghadapi putaran Grand Final di Istanbul, Oktober nanti, akan lebih mengintensifkan latihan fisik. Karena kemarin di Tokyo beberapa kali terlihat masih kurang,” ujar Anthony di Jakarta, Selasa.

    DIkatakan, yang pensiun dari karir sebagai pemain pada usia 25 tahun tersebut, dalam permainan bola basket 3X3 sangat dibutuhkan kemampuan fisik yang kuat untuk menghadapi benturan-benturan dengan lawan.

    Selain kemampuan fisik, Anthony juga menginginkan para pemain untuk lebih membiasakan diri dengan ketepatan waktu dalam menyusun pola serangan agar sesuai dengan aturan permainan 3X3.

    “Ketepatan waktu dari pergerakan anak-anak harus lebih sesuai, karena kalau biasanya mereka main di basket normal diberi 24 detik, di 3X3 hanya 12 detik,” kata dia.

    Meski demikian, perwakilan Indonesia Tim Yoska Jakarta yang diperkuat oleh Wijaya Saputra (CLS Knights Surabaya), Vinton Nollan Surawi (Garuda Kukar Bandung), Fandi Andhika Ramadhani (Dell Aspac Jakarta) dan Rizky Effendi (Dell Aspac Jakarta), mendapat pujian dari sang pelatih atas kemampuan mereka beradaptasi dengan peraturan permainan 3X3.

    Anthony menyatakan bahwa waktu persiapan yang dimiliki tim besutannya sangat sempit, namun tidak menjadi halangan para pemain untuk mencapai hasil terbaik.

    “Waktunya hanya sebentar, tetapi mereka bisa langsung berbaur,” ujar dia.

    “Terlebih lagi mereka menghadapi tim-tim kuat perwakilan dari Lebanon, Jepang dan China,” kata Anthony menambahkan.

    Sementara itu, Rama, yang berstatus sebagai kapten tim mengaku sempat merasa tidak memiliki kesulitan ketika beradaptasi dengan peraturan 3X3, namun pada pertandingan resmi perdana menyadari ada kekagetan tersendiri.

    “Kami semua memang main di pro, adaptasi selama seleksi memang mudah. Ternyata ketika hari pertama main, kami sangat berantakan, ada kekagetan,” ujar Rama, yang juga meraih gelar juara Liga Bola Basket Nasional (NBL) 2013 bersama timnya Aspac.

    “Kami hanya bisa memenangi satu dari tiga laga di babak penyisihan, beruntung masih bisa dapat tiket ke perempat final. Ini pengalaman besar hasil perjuangan seluruh tim,” katanya menambahkan.

    Indonesia melalui Tim Yoska Jakarta berhasil menjuarai turnamen bola basket tiga lawan tiga FIBA 3×3 2013 Seri Tokyo, Jepang, pada 20-21 Juli setelah mengalahkan wakil tuan rumah Tim Nagoya 17-15 di partai final.

    Selain berhasil menjuarai Seri Tokyo, tim 3×3 Indonesia berhak melaju ke babak Grand Final di Istanbul, Turki pada 4-5 Oktober 2013 bersama-sama dengan Tim Nagoya.

    Rangkaian selanjutnya dari FIBA 3×3 2013 adalah Seri San Juan di Puerto Rico yang akan berlangsung pada 10-11 Agustus, kemudian disusul Seri Prague di Republik Ceko (24-25 Agustus), Seri Laussane di Swiss (30-31 Agustus), Seri Rio de Janeiro di Brazil (14-15 September) dan ditutup Grand Final di Istanbul, Turki (4-5 Oktober).TOR-02

     

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Please enter your comment!
    Please enter your name here