PPLP & PPLM Sepakbola Strategis Untuk Jaring Pemain Muda Berbakat

    0
    472

    JAKARTA-(TribunOlahraga.com)
    Upaya untuk memicu semangat dalam satu tujuan, yakni mencetak atlet berbakat yang berkualitas tak terkecuali pemain sepakbola berbakat tentu harus mendapat dukungan dari semua pihak.

    Saat ini 17 PPLP yang sudah berjalan hingga setara pelajar sampai tersebar di seluruh Indonesia, telah melakukan program pembinaan yang kelak diharapkan melahirkan calon pemain andal di masa mendatang.

    Salah satu PPLP yang sukses membina pemain sepakbola berbakat dan berkualitas adalah Salatiga, Jateng. PPLP yang berdiri sejak tahun 1975 ini sudah banyak melahirkan pesepakbola nasional sebut saja Kurniawan Dwi Julianto dan Bambang Pamungkas.

    Pasalnya, program pembinaan di PPLP ini prinsipnya sudah dikelola dengan baik antara pendidikan akademis dan sepakbola.

    PPLP juga memiliki ajang nasional maupun Internasional. Bahkan untuk tingkat pelajar sudah masuk level Asia.

    Hal inilah yang menjadi motivasi atau acuan untuk melahirkan bibit -bibit pemain muda berkualias dan pemain nasional seperti contoh era tahun 80 muncul sejumlah nama di antaranya adalah, Peri Sandria, Toyo Haryono, Bambang Pamungkas, Sudirman, Buyung Ismu, Surya Lesmana, hingga generasi kini sekelas Ravi Murdianto (PG), Rully Desrian Timnas 23, Awan Seto, Putu Gede, Muhamad Hargianto, Ilham Udin yang berkibar saat di U19 kemarin.

    ”Hal itu yang menggugah dan membangkitkan semangat saya untuk membangun ke tingkat Mahasiswa. Tentu ini, di harapkan membantu bagi pemain yang sudah lulus nanti di tingkat pelajar agar bisa melanjutkan ke jenjang yang lebih baik di universitas atau kemahasiswaan,”kata Asdep Sentra Keolahragaan Kemenpora, Raden Isnanta kepada wartawan.

    Menurut dia fakta membuktikan bahwa sering rantai pembinaan olahraga di Indonesia ini termasuk sepakbola putus alias tak berkesinambungan,

    ”Tak sedikit atlet atau pemain prestasinya bagus di level yunior namun begitu masuk senior, langsung hilang seolah ditelan bumi. Nah ini jangan sampai terjadi karena yang rugi olahraga kita,”tambah Isnanta.

    Oleh karena itu Isnanta merasa terpanggil untuk membentuk timnas 21 dan timnas 23 minimal kita sudah punya kerangka tim yang terorganisir sesuai kebutuhan tim itu sendiri.

    Kerjasama itu pun di sambut baik oleh Bupati Purwakarta H. Dedi Mulyadi, S.H saat pertemuan di rumah dinas nya di Jl. Gandanegara No. 25, Purwakarta – Jawa Barat Minggu kemarin (28/6),

    Isnanta optimis Purwakarta bisa dijadikan salah satu sentra pembinaan sepakbola secara nasional.Paling tidak Purwakarta menjadi barometer untuk semua daerah baik kabupaten maupun kota di Indonesia, semoga itu bisa menjadi kenyataan bukan hanya mimpi.

    Purwakarta sendiri sejak tahun 2010 sudah memiliki academy yang merupakan kumpulan pemain muda dari berbagai provinsi daerah sehingga bisa dikatakan sebagai academy level nasional meskipun hanya di sepak bola ASAD ( Asli Sepak bola Anak Desa ) khusus usia 13 tahun.

    ”Semua biaya dan fasilitas saya yang tanggung, sampai pada prestasi puncaknya di tahun 2014 kemarin mewakili Indonesia di kejuaraan Danone Internasional di Brazil, maka itu saya sudah tidak main main dalam mencetak pemain muda berkualitas halnya pembinaan sepak bola, saya siap untuk kemajuan sepak bola, sentra keolahragaan dalam hal ini Menpora harus benar-benar serius dan saya akan mendukung terus demi kemajuan sepak bola,”kata Dedi Mulyadi.

    Rencananya PPLM akan bermarkas di Purwakarta Jawa Barat, dengan 22 Atlet berbakat yang terseleksi dari kejurnas Sepak Bola PPLP Mei lalu di Bangka Belitung. Materi pemain PPLP yang sudah lulus akan mendapatkan Bea Siswa.TOR-08

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Please enter your comment!
    Please enter your name here