Rossi Akui Musim 2014 Adalah Tahun Terhebatnya

    0
    399

    JAKARTA-(TribunOlahraga.com)
    Setelah sukses meraih gelar 9 kali juara dunia, Valentino Rossi kini bersiap menghadapi musim depan dengan percaya diri. Meski beberapa musim sebelumnya hanya bisa dibawah pesaingnya Marc Marquez.

    Setelah sukses meraih gelar 9 kali juara dunia, Valentino Rossi kini bersiap menghadapi musim depan dengan percaya diri. Meski beberapa musim sebelumnya hanya bisa dibawah pesaingnya Marc Marquez.

    KETIKA memastikan juara dunianya yang ke-9 di GP Sepang 2009, Valentino Rossi merayakan kemenangannya itu dengan mengenakan kaus bertuliskan “old hens make best soup”. Di Italia, katanya, ayam tua yang tidak mampu lagi bertelur nasibya akan berakhir kuali menjadi sup yang lezat. saat itu the Doctor-julukan Rossi- membuktikan bahwa sebagai “ayam tua” dia tetap bisa bertelur, dengan merebut juara dunianya yang ke 7 di kelas premium.

    Sejak 2009 Rossi tak lagi menambah rekor juara dunianya. kini lima musim berlalu dan gelar juara dunia ke-8 di kelas MotoGP belum juga diraihny Sebuah gelar yang akan menyetarakan namanya dengan legenda kelas utama sepanjang masa Giancomo Agostini.

    Musim 2014, Rossi bangkit. Di usianya ke 35, performanya justru meroket. Fakta yang membuat banyak pihak terperangah, apalagi setelah keputusan betaninya “bercerai” dengan kepala mekanik andalannya Jeremy Burgess di musim sebelumnya.
    Kembalinya semangat bertarung Rossi yang nyaris terkubur saat melakoni dua musim terburuknya bersama Ducati 2011-2012 seakan diantarkan kembali oleh Silvano Galbusera yang menggantikan posisi Burgess.”Sekarang semua tim dan mekanik berbicara langsung dengan rider. Khususnya karena cara kerja di MotoGP berbeda dengan beberapa tahun silam. Bagiku inilah perbedaan terbesarku dengan Galbusera,” tandasnya. Rossi pernah curhat bahwa salah satu masalahnya dengan Burgess adalah bahasa. Dengan Galbusera, yang juga berbahasa Italia, Rossi mengaku mampu menjelaskan banyak detil keinginan pada seting motornya secara langsung.

    Musim 2013-2014 memang masa yang sulit bagi sua rider kelas premium. itu setelah kedatangan si bayi ajaib Marc Marquez yang mendominasi kalender balap bahkan sejak di tahun debutnya. Tapi Rossi, perlahan-lahan mulai menemukan performa terbaiknya di tengah berbagai kelemahan teknologi motor yang kalah bersaing dengan pacuan tim Honda.

    Capaian itu pula yang memikat hati penggemar MotoGP saat Crash.net melakukan poling untuk menentukan Star of the Year atau rider terbaik 2014. Itu adalah pertama kalinya Rossi kembali memuncaki hasil poling tersebut sejak 2009. Dominasi Marquez sepanjang tahun kalah mentereng dibandingkan dengan kebangkitan si ayam tua.

    Rossi tak menampik musim 2014 adalah tahun terhebatnya sepanjang karirnya di MotoGP. “Bagiku, iya. Memang sulit untuk mengatakannya, tapi aku bekerja sangat keras tahun ini pada seluruh detilnya,” aku rider yang mencuri kemenangan di seri San Marino dan Australia musim ini.

    Dia melanjutkan, semua hal di balapan MotoGP sudah berubah. Terutama para rival muda yang jauh lebih kuat dari pesaingnya di musim-musim sebelumnya. Meski demikian kekasih Linda Morselli itu mengaku kondisinya saat ini sangat fit untuk menghadapi musim depan. “Aku semakin tua, tapi aku merasa kondisiku 100 persen,” tandasnya seperti dilansir Autosport.

    Yamaha memang selalu telat panas di dua musim terakhir. Performanya baru menanjak di paruh kedua musim. padahal di titik itu rivalnya Honda sudah jauh memimpin dalam raihan poin sehingga sulit untuk mengejarnya.

    Melihat kemajuan pesat Yamaha-M1 di akhir musim 2014 , Rossi percaya bisa lebih sering bertarung dengan Marquez musim depan. Apalagi yamaha menjanjikan seamless gearbox yang teknologinya setara dengan punya Repsol Honda.Melonjaknya penampilan Rossi sepanjang musim 2014 juga dipuji pesaing terberatnya Marc Marquez.

    Menurutnya, kebangkitan tersebut membuktikan betapa kuatnya sosok the Doctor sebagai seorang pembalap tulen. “Karena setelah tiga musim dengan hasil buruk, sulit sekali bagi seorang pembalap untuk bisa kembali ke peforma terbaiknya,” aku Marquez.

    Musim depan “si ayam tua” bakal berjuang untuk merebut juara dunianya ke-10. Apakah dia masih mampu bertelur” Sangat menarik untuk ditunggu.TOR-05

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Please enter your comment!
    Please enter your name here