Sebulan Radio Bola Koaidi Mengudara MENOLAK DIBELI KONGKLOMERAT “HITAM”

0
15

Goresan Ringan Erwiyantoro alias Mbah Coco, wartawan senior Sepakbola

Sejak 1 April 2024, Radio Bola Koaidi – radiobola.co.id mengudara di kolong langit dunia bulbul, Direktur Utama Radio Bola, Febrira Galib menolak mentah-mentah, ingin membeli saham terbesar di bursa saham Kandang Ayam, oleh kongklomerat “hitam”.

“Mereka tidak paham, tentang filosofi radio streaming. Seenaknya mau membeli Radio Bola. Padahal, saya dan kawan-kawan mendirikan radio streaming, hanya untuk asyik-asyik saja, bukan untuk bisnis,” kata Ifeb, panggilan akrabnya, di dunia radio mainstream, sekaligus penyiar pesohor classic rock 97 FM.

“Emang siapa yang mau beli, ya?” tanya mBah Coco.

“Itu tu, si anu, pengusaha tambang timah yang ambil duwit timah Rp 271 triliyun, yang sedang ditangani kejaksaan,” jawab Ifeb.

“Bener-, lha radio bola hanya untuk iseng-iseng berhadiah di hari tua. jangan-jangan ntar, habis di beli, Tower Kandang Ayam, tiap hari diintip densus 88,” jawab mBah Coco.

“Kalau yang beli Erick Thohir, masih bisa dipertimbangkan,” jawab Ifeb.

Pendengar Radio Bola Koaidi, gara-gara ada penyiar Ifeb, langsung membudlag pendengarnya, sampai ke kawasan Eskimo, Kutub Utara…hanya ingin memesan dan mendengarkan lagu-lagu classic rock 70-an. Sumpeh, lu!

Ya sudahhhhh, akuuuu relaaaa !TOR-06

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here