Supandi Tak Mau Ambil Pusing Meski Hasil Munas di Bali Digugat

    0
    435

    Ketua Umum Pengurus Besar Wushu Indonesia (PBWI) periode 2013-2017 hasil Munas di Bali tak mau ambil pusing meski ada gugatan dari empat Pengurus Provinsi (Pengprov) yang kini sedang diproses melalui siding di Badan Arbitrase Olahraga Indonesia (BAORI). Prinsipnya, Supandi tidak terganggu dengan gugatan empat Pengurus Provinsi Wushu Indonesia iru.

    Dalam jumpa pers di Restoran Lagunan Senayan Jakarta, Rabu, (4/9), Wakil Ketua Umum III PB.WI, Ngatino menjelaskan, sikap Supandi dengan tak menggubris gugatan yang berbau rekayasa itu dikarenakan hasil Munas di Bali, secara hukum sah.

    Empat Pengprov yang menggugat kepemimpinan Supanti itu adalah,  Jawa Timur, DKI Jakarta, Bangka Belitung dan Lampung. Mereka menganggap terpilihnya kembali Supandi sebagai Ketua Umum PBWI periode 2013-2017 pada Munas di Bali, 21-13 Juni 2013, tidak melalui prosedur yang sah.

    Keempat Pengprov tersebut menuntut agar AD/ART PBWI yang digunakan untuk memilih calon Ketua Umum harus mengacu pada AD/ART Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Dalam AD/ART KONI disebutkan Ketua Umum PB sebuah cabang olahraga hanya diperbolehkan menjabat dua periode.

    Menurut Ngatino, dalam AD/ART PB.WI tidak ada batasan periode Ketua Umum dan  dalam Munas di Bali, penggunaan AD/ART PBWI juga disetujui oleh peserta.

    “Memang ada beberapa yang mempersoalkannya, namun penggunaan AD/ART PBWI sudah disetujui floor ketika Munas di Bali. Pihak Andi S yang kalah dalam pemilihan Ketua Umum di Bali, tidak mempermasalahkan hasil Munas. Bahkan Sekjen KONI Hamidi ikut hadir di Bali,” ujar Ngatino yang didampingi Sekjen PB.WI, Iwan Kwok itu.

    Ngatino menegaskan PBWI tetap menjalankan program yang sudah dicanangkan. Ada empat event besar yang harus dijalani hingga akhir 2013, yakni Islamic Solidarity Games 2013, Kejuaraan Dunia 2013, Sportaccord Combat Games di Rusia dan SEA Games 2013 di Myanmar.

    “Ini untuk kepentingan Indonesia. Demi Merah Putih, kami tidak bisa tawar-menawar. Selaku Ketua Umum PBWI, klien kami merasa bertanggung jawab,” ujar kuasa hukum Supandi, Deddy Iskandar SH.

    Pihak PBWI sendiri, atas permintaan Supandi, sudah mengajukan permintaan ke BAORI untuk mengeluarkan putusan sela. Supandi meminta roda organisasi dijalankan PBWI periode 2009-2013, agar program-program yang sudah dicanangkan tidak terbengkalai.

    Sumber resmi TribunOlahraga.com yang tak mau disebutkan namanya mengatakan bahwa gugatan empat Pengrov ini dikarenakan ada misi terselubung dari KONI untuk menggoalkan seseorang menjadi Ketua Umum PB.WI menggantikan Supandi.

    Ketua Umum KONI Pusat Tono Suratman disebut-sebut akan menempatkan salah satu Perwira Tinggi (PATI) TNI untuk menggantikan posisi Supandi.

    ‘’Karena misi itu gagal, ada salah satu pengurus KONI akhirnya dipecat oleh Tono Suratman,’’kata sumber tersebut.

    Sudah bukan rahasia umum lagi, sejak KONI Pusat dipimpin Tono ada beberapa induk organisasi cabang olahraga bermasalah. Diantaranya adalah PTMSI (tenis meja) dan Pordasi (ekuastrian). TOR-05

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Please enter your comment!
    Please enter your name here