Superliga Badminton Bagaikan Liga Champions

    0
    364

    JAKARTA-(TribunOlahraga.com)
    Ketua Umum PP PBSI Gita Wirjawan mengatakan Djarum Superliga Badminton 2014 layaknya kompetisi Liga Champions Eropa untuk cabang olahraga sepak bola.

    Pernyataan itu keluar terkait sengitnya persaingan antar klub bulu tangkis yang akan berlaga dalam Djarum Superliga Badminton 2014 karena banyak merekrut pemain asing.

    Dalam keterangan pers di Jakarta hari ini, dipastikan sejumlah pebulutangkis asing kenamaan seperti Lee Chong Wei, Marc Zweibler, Vladimir Ivanov, Kenichi Tago, Nguyen Tien Minh dan Busanan Ongbumrungpan telah direkrut beberapa klub lokal untuk berlomba pada kompetisi ini.

    “Saya yakin ini seperti Champions League-nya (Liga Champions dalam sepakbola Eropa) namun dalam kompetisi bulu tangkis,” kata Gita Wirjawan, yang hadir dalam pembagian grup Superliga 2014 di Jakarta, hari ini.

    Gita menambahkan Superliga 2014 yang akan digelar 3-9 Februari di Surabaya, bukan sekedar adu gengsi merekrut pemain asing melainkan bisa menjadi kompetisi yang membina pemain lokal Indonesia.

    “Semangat kita bukan hanya melihat kepiawaian dan ketangkasan mereka di lapangan bulu tangkis tapi semangat kita adalah untuk membina pemain lokal,” kata Gita.

    “Saya melihat di jangka panjangnya ini adalah ajang yang bisa membina, kalau kita lihat di tahun 2013 kita menemukan titik nadir, untuk itu kedepannya kita bisa berjaya lagi,” tambahnya.

    Achmad Budiharto, Direktur Superliga Badminton menambahkan, dalam persiapan sebelumnya sempat terbesit untuk membentuk kompetisi dengan format home-away (kandang-tandang) layaknya kompetisi Liga Champions di Eropa.

    “Sempat terfikir dan untuk kedepannya mungkin akan dibicarakan lagi kompetisi home-away dengan dua wilayah. Namun untuk saat ini Surabaya memiliki animo penonton yang tinggi,” kata Achmad Budiharto

    Gita menambahkan kompetisi Djarum Superliga Badminton bisa membantu pencapaian target PBSI di tahun ini.

    “Kami memiliki dua target utama tahun ini, Piala Thomas-Uber pada bulan Mei serta Asian Games pada September. Kejuaraan ini bisa menjadi tolok ukur untuk mengetahui posisi pemain kita dalam persaingan dunia,” kata Gita.

    “Sebelumnya, seperti yang sudah disampaikan Rexy (Rexy Mainaky, Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI), kita akan mati-matian untuk Thomas-Uber,” pungkas Gita.TOR-02

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Please enter your comment!
    Please enter your name here