Tantangan Berat Buat Suwarno

    0
    344

    OLEH: SUHARTO OLII

    Kegagalan kontingen Indonesia mempertahankan gelar juara umum SEA Games ke-27 2013 Myanmar ternyata berimbas pada pergantian Ketua Satuan Pelaksana (Satlak) Prima Surya Dharma.

    Sebagai Ketua Satlak Prima, Surya Dharma memang orang yang paling bertanggungjawab atas kegagalan di Myanmar itu. Kinerja Prima dinilai gagal sehingga dibutuhkan adanya penyegaran.

    Tono Suratman selaku Ketua Umum KONI Pusat sekaligus Ketua Dewan Pelaksana Prima pun akhirnya ‘’memarkir’’ Surya Dharma dan menunjuk Suwarno sebagai Ketua Satlak Prima yang baru.

    Penunjukkan Suwarno yang juga Wakil Ketua Umum I KONI Pusat itu menurut Tono Suratman sudah disetujui oleh Menpora Roy Suryo.

    Tono pun berharap Suwarno mampu mengemban tugas mulia tetapi sarat tantangan ini. Pertanyaan kemudian muncul ke permukaan, mampukah Suwarno mengemban tugas tersebut ?

    Pasalnya, tantantang yang cukup berat bakal menghadang Suwarno bukan saja menghadapi Asian Games yang sudah di depan mata (September-Oktober 2014) di Incheon, Korsel dan SEA Games ke-28 2015 di Singapura juga bagaimana dia mampu mengendalikan pelatnas ini lebih optimal.

    Tugas berat yang tak kalah penting untuk segera dilakukan seorang Suwarno adalah bagaimana membenahi personil di tubuh Prima itu sendiri. Di sinilah letak permasalahan karena selama ini Prima dikelola oleh orang-orang yang bukan profesional.

    Jika tak ingin mengulangi kegagalan Suwarno tak punya pilihan lain kecuali memangkas sejumlah personil di tubuh Prima yang tidak memiliki kemampuan baik dari sisi manajerial maupun teknis keolahragaan itu.

    Sudah bukan rahasia umum lagi, personil Prima sejak dipimpin Asrizal Tanjung hingga Surya Dharma, sesungguhnya kemampuan mereka jauh dari memuaskan.

    Kini Prima memiliki ‘’nakhoda’’ baru yakni Suwarno. Pensiunan Jenderal Bintang Dua itu tak bisa berleha-leha karena Asian Games Incheon, Korsel tinggal hitungan bulan dan SEA Games Singapura berlangsung Juni tahun depan.

    Di Asian Games yang tingkat persaingannya jauh lebih berat, Indonesia tentu dituntut minimal mempertahankan capaian 4 medali emas pada Asian Games sebelumnya, Guangzhou, Cina 2010.

    Pesta olahraga antarbangsa se-Asia itu menjadi ujian sesungguhnya bagi Suwarno apakah dia mampu mengemban tugas tersebut. Atau sebaliknya Suwarno akan memperpanjang daftar kegagalan Ketua Satlak Prima sebelumnya seperti Asrizal Tanjung yang gagal mempertahankan tradisi medali emas di Olimpiade London 2012 dan Surya Dharma yang membuat kontingen Indonesia melorot ke peringkat empat SEA Games ke-27 2013 Myanmar. (****)

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Please enter your comment!
    Please enter your name here