Tenis Ditargetkan Rebut Medali di Asian Games

    0
    366

    JAKARTA-(TribunOlahraga.com)
    Meski tidak mudah, tenis tetap dibebani target merebut medali di Asian Games 2014, Incheon, Korsel. Karena, keikutsertaan cabor di pesta olahraga terbesar di kawasan Asia itu bukan hanya jalan-jalan tetapi harus mendapatkan medali.
    Demikian disampaikan Komandan Satlak Prima, Suwarno kepada TribunOlahraga.com, di Jakarta, Selasa, (4/3) menanggapi kritikan dari sejumlah pengamat bahwa tenis sulit mendapatkan medali di Asian Games.
    ‘’Kita kasih kesempatan dan selama pelatnas semua cabor dipantau perkembangannya,’’kata Suwarno.
    Cabang tenis sendiri akan menjadikan Piala Davis sebagai salah satu ujicoba dan persiapan untuk tampil di Asian Games 2014 mendatang.
    Pelatih tenis Roy Therik yang ditemui terpisah mengatakan persiapan atletnya menghadapi pesta olahraga multicabang se-Asia sudah dimulai dengan program untuk Piala Davis .
    “Ajang ini menjadi satu rangkaian persiapan untuk Asian Games. Mulai Piala Davis, Asian Games, terakhir training camp di Spanyol, kali ini menyambung untuk persiapan SEA Games 2015 juga,” sebut Roy.
    Setelah kalah dari Kuwait di babak kedua Piala Davis 2014 Zona Asia/Oseania Grup II, Indonesia kini akan menghadapi Hong Kong dalam laga playoff pada 4-6 April mendatang di Lapangan Tenis Manahan di Solo.
    Sebelum itu, masih dalam rangka persiapan menuju Asian Games mendatang, PP Pelti juga mulai menggelar pemusatan latihan yang juga dimulai pada hari ini. Ada lima atlet yang masuk yakni Christoper Rungkat, Elbert Sie, David Agung Susanto, Wisnu Adi Nugroho, dan Aditya Hari Sasongko. Namun, Christo dan Elbert belum hadir di Lapangan Tenis Senayan karena masih mengikuti rangkaian turnamen tenis.
    “Latihan kita saat ini masih sebatas persiapan umum, seperti pembentukan otot,” tutur Roy.
    Rencananya, para atlet akan kembali menjalani ujicoba lain di ajang Makassar Open yang akan digelar pada 28 April- 4 Mei, disusul kemudian ajang Kalimantan Open. Sementara untuk rencana training camp (TC) di Spanyol, Roy menargetkan para atlet sudah akan mulai sejak pertengahan Mei.
    “Pada sesi pertama TC akan dilakukan satu minggu, kemudian dilanjutkan dengan tanding selama tiga minggu lagi, lalu masuk TC lagi, tanding lagi, sampai akhir Juli nanti,” ungkapnya.
    Dijelaskan Roy, alasan memilih Spanyol karena negara tersebut banyak melahirkan atlet-atlet tenis berprestasi. “Jadi anak-anak juga lebih siap nantinya dengan adanya TC ini,” katanya.
    Selain program latihan seperti uji coba dan training camp yang sudah tersusun rapi, Roy juga menyiapkan pakar nutrisi untuk para atletnya. “Jadi pagi hari saja makan di hotel Century-tempat atlet pelatnas menginap- makan siang dan malam hari, atlet akan diberi menu khusus bernutrisi tinggi,” jelasnya.
    Berkaca dari anggaran yang cukup terbatas dari pemerintah yakni 250 miliar untuk enam multievent. Roy meyakini, jika apa yang telah disusunnya bakal disetujui Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima). “Anggarannya cukup bagus dan Satlak Prima sudah memberi lampu hijau.”TOR-02

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Please enter your comment!
    Please enter your name here