Tono Tuding KOI Tidak Bekerja Dengan Baik di SEA Games Myanmar

    0
    266

    JAKARTA-(TribunOlahraga.com)
    Ketua Umum KONI Pusat Tono Suratman menuding Komite Olimpiade Indonesia (KOI) tidak bekerja dengan baik di SEA Games ke-27 Myanmar, Desember tahun lalu. Tono kemudian mencontohkan dirinya hadir di Myanmar tanpa menggunakan id card resmi SEA Games padahal dia sebagai Presiden Olahraga Indonesia.

    ‘’Terus terang saja saya sedih melihat kondisi seperti ini. Saya ini kan Presiden Olahraga Indonesia (Ketua Umum KONI Pusat-red) tetapi tidak mendapat perlakuan yang semestinya. Saya tidak mendapatkan id card. Masalah kinerja buruk KOI ini sudah saya sampaikan kepada pemerintah,’kata Tono saat memberikan sambutan pelantikan PB.Percasi periode 2013-2017 di Gedung Serba Guna Senayan Jakarta, Rabu, (8/1).

    Mantan Pangdam VI Tanjungpura (Kalimantan) ini lebih jauh mengatakan, terpuruknya prestasi olahraga Indonesia di SEA Games Myanmar tak lepas dari adanya dua nakhoda dalam keolahragaan Indonesia.

    ‘’Saya mohon dukungan Pak Utut Adianto sebagai Wakil Ketua Komisi X DPR RI agar penyatuan KONI-KOI dilakukan secepatnya. Kalau bisa sebelum masa kerja Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) jilid II berakhir,’’kata Tono.

    Menurut Tono, tidak mungkin mengharapkan prestasi maksimal kalau ada dua nakhoda dalam pengendalian organisasi keolahragaan di Indonesia.

    ‘’Fakta membuktikan penyatuan KONI-KOI ini sudah pernah dilakukan pada era Sri Sultan Hamengkubuwono IX dan hasilnya positif. Prestasi olahraga kita baik di SEA Games maupun Asian Games cukup memuaskan. Nah kalau olahraga kita kembali berjaya, kuncinya satu yakni KONI-KOI satu atap,’’papar pensiunan Jenderal Bintang Dua (Mayjen TNI) itu.

    Sebelumnya Menpora Roy Suryo memang pernah mengungkapkan wacana penyatuan KONI-KOI ini pasca kegagalan Indonesia mempertahankan gelar juara umum SEA Games di Myanmar.

    Menpora berjanji akan membahas masalah ini dengan mengajak KONI-KOI dan pemangku kepentingan olahraga lainnya untuk duduk satu meja.

    Namun Komisi Hukum KOI, Haryo Yuniarto secara tegas mengatakan penyatuan KONI-KOI tak semudah membalikkan telapan tangan.’’Karena hal itu berarti menabrak Undang Undang Sistim Keolahragaan Nasional (UUSKN) No.3 Tahun 2005 yang secara gambling menyebut KOI dan KONI terpisah,’’tandas Haryo.

    Bahkan Haryo mengingatkan penyatuan KONI-KOI jika tetap dipaksakan akan menjadi bumerang dan buang enerji sia-sia.TOR-02

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Please enter your comment!
    Please enter your name here