Wasit Taekwondo di SEA Games Singapura Legal

    0
    691

    JAKARTA-(TribunOlahraga.com)
    WASIT Internasional yang memimpin pertandingan taekwondo di arena SEA Games Singapura legal. Itu dikemukakan wasit taekwondo internasional asal Indonesia, Suwandi Gunawan, sepulangnya dari Singapura, Rabu (17/6).

    Seperti diketahui, keberadaan wasit taekwondo asal Indonesia mendapat sorotan karena mereka bukan utusan federasi dalam hal ini PBTI.

    “Seluruh wasit internasional yang bertugas di arena SEA Games Singapura legal. Bila itu yang dimaksudkan diantaranya saya, tidak perlu dipertanyakan lagi legalitasnya, karena saya dan seluruh wasit yang bertugas di Singapura mendapat undangan resmi dari Organizing Committee (Panitia Penyelenggara) SEA Games XXVIII Singapura,” tutur Suwandi Gunawan yang juga memimpin partai final itu.

    Dikatakan, dalam peraturan internasional (WTF) disebutkan, pemanggilan wasit internasional dalam sebuah event adalah wewenang dari Organizing Committee, sepanjang wasit internasional tersebut disetujui oleh WTF (World Taekwondo Federation).

    Perlu diketahui dalam divisi perwasitan di WTF mempunyai peraturan dan ketentuan sendiri, ketika dalam penugasan wasit internasional berhubungan langsung dengan wasit internasional yang bersangkutan tanpa harus melalui asosiasi/federasi negara setempat.

    Organizing Committee awalnya akan menawarkan kepada federasi nasional dari negara peserta dalam event untuk memberikan usulan nama-nama wasit internasionalnya dan selanjutnya akan diseleksi oleh Organizing Committee. Bila dipandang perlu.

    “Organizing Committee diperbolehkan mengundang wasit internasional lainnya yang memiliki kompetensi demi kelancaran dan mendukung suksesnya penyelenggaraan event tersebut,” ujarnya lagi.

    Ia mencontohkan pada saat SEA Games 2011 di Jakarta, tuan rumah Indonesia sebagai Organizing Committee juga mengundang wasit internasional dari luar federasi nasional yang turut serta di ajang SEA Games tersebut. Begitu juga pada SEA Games 2013 di Myanmar, mayoritas wasit yang bertugas justru dari luar ke-11 negara peserta SEA Games atas undangan resmi tuan rumah.

    Senada diungkapkan, Rahadewineta, salah satu dari Top 50 kandidat wasit di Olimpiade Rio de Janeiro 2016. Ia membantah adanya kecurangan wasit dalam penilaian pertandingan poomsae di arena SEA Games Singapura.

    “Dalam peraturan pertandingan dan pelaksanaannya, pada saat atlit berlaga wasit dari negara yang sama tidak diperkenankan bertugas. Dan dalam peraturan pertandingan poomsae terdapat 5 orang wasit dari negara yang berbeda dengan atlit yang berlaga,” ujar Neta yang juga mantan atlit nasional.

    Dijelaskan, nilai tertinggi dan terendah tidak dinilai/dihapus, sehingga bila seorang wasit memberikan nilai tertinggi dan terendah tidak akan mempengaruhi hasil (nilai akhir) yang diperoleh atlit tersebut. Nilai akhir ditentukan oleh rata-rata nilai yang diberikan oleh 3 wasit yang bukan tertinggi dan terendah.

    Pada bagian lain, Grandmaster Lioe Nam Khiong yang dipercaya oleh Organizing Committee SEA Games Singapura sebagai Competition Supervisory Board (CSB), enggan berkomentar tentang adanya protes yang muncul di ajang multi event dua tahunan tersebut.

    “Saya tidak perlu menanggapi protes tersebut, karena ditujukan kepada Organizing Committee, (Asian Taekwondo Union) ATU, dan WTF. Biarlah mereka yang berkepentingan yang menjawab,” tegasnya.TOR-08

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Please enter your comment!
    Please enter your name here