Wiranto Akui LIDI Strategis Untuk Pengembangan Sepakbola

    0
    365

    MAJALENGKA-(TribunOlahraga.com)

    Liga Desa Indonesia (LIDI) yang digagas Badan Sepakbola Rakyat Indonesia (BASRI) sesungguhnya menjadi amat strategis untuk pengembangan sepakbola secara nasional. Pasalnya, selain menjadi sarana hiburan bagi masyarakat pedesaan, sepakbola juga memiliki potensi pemain berbakat di Desa Desa.

    Hal itu disampaikan Ketua Dewan Pembina BASRI, Wiranto pada pembukaan LIDI 2014 di Desa Wiragati Majalengka, Jabar, Sabtu, (18/1). Pembukaan LIDI ini juga dihadiri Ketua Umum BASRI Eddy Sofyan, mantan Sekjen PSSI Nugraha Besoes dan para mantan pemain timnas sepakbola lintas generasi.

    Wiranto yang pernah memimpin PB.Forki (karate) dan Gabsi (bridge) itu lebih jauh mengatakan sebagai sarana hiburan LIDI menjadi salah satu alat untuk mempersatukan bangsa seperti dilakukan oleh pendiri PSSI, Ir Suratin.

    ‘’Jujur saja, masyarakat Desa hanya bisa menikmati tontonan sepakbola melalui siaran televisi. Setiap ada even final Piala Dunia, rakyat Indonesia hanya menjadi penonton setia dari kepiawaian pemain asing. Nah saya berharap LIDI bisa memberikan sarana hiburan seperti itu,’’kata mantan Panglima ABRI ini.

    Wiranto juga mengaku miris karena penduduk Indonesia yang terbesar ke empat di dunia, tidak memiliki timnas sepakbola yang tangguh dengan tingkat kemampuan bersaing di tingkat dunia. Untuk itu perlu dilakukan format ulang pencarian bibit hingga ke tingkat kampung atau desa.

    “Sepakbola Indonesia dulu bibitnya dari perserikatan, waktu PSSI didirikan oleh Pak Suratin dkk. Dan kini hal itu harus kembali dilakukan dengan melirik potensi atlet desa untuk memperkuat Indonesia dalam menyusun kesebalasan berlaga di tingkat internasional,” kata Wiranto.

    Wiranto mengatakan sudah seyogyanya PSSI dituntut untuk jeli dalam mencari bibit. Dengan 240 juta penduduk Indonesia, mencari sebelas orang pesepakbola tentu bisa dilakukan

    “Degan adanya Liga Desa ini, maka akan bisa bermunculan talenta-talenta handal sekelas Messi ataupun Ronaldo yang saat ini menjadi salah satu pemain termahal dunia,” tambah salah satu Capres 2014 ini.

    Selain berbicara pencarian bibit, Wiranto yang juga Ketua Umum DPP Partai Hat Nurani Rakyat (Hanura) itu menjelaskan bahwa selain menciptakan prestasi, dengan olahraga sepakbola dapat tercipta sportifitas dan kebersamaan di masyarakat terutama disaat negeri ini sedang dihadapi berbagai musibah alam, dan pesta politik nasional 2014.

    “Dengan LIDI ini diharapkan bisa rukun dan saling membantu. Paling tidak dapat mensikapi perbedaan dikala semua rakyat diangkat dalam berpolitik praktis dengan intrik-intrik tertentu,” tandasnya.

    Wiranto pun mengaku bangga, di tengah curah hujan yang tinggi di wilayah Jawa Barat, namun antusiasme ribuan warga dan suporter sangat tinggi untuk melihat secara langsung jalannya pertandingan. Bahkan, Wiranto yang membuka liga tersebut dengan ditandai pelepasan balon dan menendang bola ditengah lapangan hijau harus ikut berbasah-basahan.

    Di tempat yang sama, Ketua Umum BASRI Eddy Sofyan mengatakan bahwa LIDI ini diikuti oleh 40 ribu klub yang ada di seloroh pelosok negeri.”Ini LIDI yang pertama di gelar Basri. Dan terbesar di Indonesia. Dari 40 ribu klub sedikitnya sudah siap berlaga dari 110 ribu desa yang ada di negeri ini,” kata Eddy.

    Eddy lebih jauh mengatakan BASRI berupaya untuk ikut andil dalam mengisi kekosongan pemain nasional. “Saya harapkan dengan liga desa ini dapat muncul bibit-bibit berkualitas. Lalu, nantinya, pemain terbaik yang ada di liga ini akan masuk dalam pembinaan BASRIi untuk kemudian masuk dalam diklat,” ujar dia. TOR-02

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Please enter your comment!
    Please enter your name here