Belajar Dari Kesalahan Jika Ingin Maju Dalam Olahraga Bridge

0
12

Oleh : Bert Toar Polii

Bridge is game of error, itu sudah bukan rahasia lagi.

Karena itu pemenangnya bukan siapa yang melakukan kesalahan terakhir seperti di Catur, tapi merupakan akumulasi dari berbagai blunder atau kesalahan yang dilakukan selama pertandingan.

M Bambang Hartono pembina Djarum Bridge Club menjadikan “Belajar Dari Kesalahan” sebagai salah satu pedoman di Djarum Bridge Club.

Oleh karena itu, ketika usai suatu pertandingan maka permainan para pemain akan dibahas atau didiskusikan bersama di klub tanpa ada keinginan untuk saling menyalahkan tapi untuk berbagai kesalahan agar tidak terulang kembali.

Pada seleknas tahun 2017 , penulis sempat menonton para pemain Girls U26 dan tertarik dengan satu papan, papan no 18 di session kedua.

Penawaran berjalan :
Barat Utara Timur Selatan
1D 1H Pass 2C
Pass 2NT Pass 3NT.
//

Timur lead S9 dan di dummy terbuka S AK10x H Q9x D xxx C Jxx.
Sampai disini tidak terjadi apa di meja, semua pemain diam.

Apakah ada yang salah disini? Coba kalian pikirkan. Ini kasus pertama.

Declarer kemudian main S10, barat SJ dan declarer menang dengan SQ. Apakah ada kesalahan disini? Kasus kedua.

Kartu declarer adalah SQx H KJ10xx D Q10x dan CAQx.

Declarer kemudian main heart yang dibiarkan menang, lanjutkan heart dimenangkan timur dan beralih serang diamaond. Partnernya menang DAK lanjutkan diamond dan declarer hanya meraih 9 trik karena tidak berani potong CK. Apakah line of playnya benar? Kasus ketiga.

Kasus keempat apakah yang anda lead dari pegangan ini : S97xx H Axx D76 dan C xxx.
.
Mari kita bahas berbagai hal yang terjadi di papan ini dan kita belajar dari kesalahan-kesalahan tersebut.
Pertama adalah para pemain junior kita tidak diajarkan bermain bridge secara baik dan benar.

Keempat pemain tidak menyadari bahwa mereka telah melakukan kesalahan fatal di awal permainan yaitu tidak ada yang alert.

Pembukaan 1D Precision harus di alert demikian juga Drury 2C. Selanjutnya ketika lead dan kartu terbuka, seharusnya pemain yang lead bisa memanfaatkan situasi ini dengan memanggil Pemimpin Pertandingan. Dia bisa beralasan, jika saya tahu 2C itu artificial maka saya tidak akan lead S dan bla bla bla.

Kesalahan berikut, declarer tidak menanyakan arti lead 9 sehingga ia melakukan kesalahan dengan main S10. Kalau ia tahu lead 9 itu yg tertinggi maka ia akan main kecil karena bisa SJ, SJx atau SJxx akan jatuh.

Kesalahan berikut adalah pemahaman tentang lead, ia lead dari S97xx dan lead angka 9 bukan 7 jika menggunakan second best.

Banyak pemain junior belum tahu tentang aturan lead, seperti 3&5th, Fourth best, Top of Nothing dan lain lain. Untuk sementara kita sampai disini dulu, nanti dilanjutkan.

Selanjutnya mari kita lihat “line of play” dari declarer. Setelah menang SQ ia bebaskan heart dimana dimenangkan oleh Barat pada trik ketiga dan serang diamond. Timur main DAK lanjutkan serang diamond dimana barat buang selembar club. Dengan entry HQ ia bisa potong club dan meraih 10 trik karena CK pasti di barat. Cara menghitungnya mudah, ia buka 1D dan baru ketahuan SJ, DAKJ sehingga untuk buka 1D pasti ada CK.

Dengan pegangan diatas memang lead D adalah salah satu pilihan rasional karena kita berharap partner pegang panjang di Diamond. Selanjutnya misalnya kita lead D7 maka apakah partner bisa memastkan itu doubleton sehingga ia bisa main kecil memberikan 1 trik lebih dulu kepada lawan.

Tapi jika declarer pegang DQx dan partner lead dari 1087 D third best maka itu akan berakibat fatal.
Apa dasar berpikirnya untuk main kecil diamond lebih dahulu. pada trik pertama.

Pertama dengan bid 2NT maka walaupun 1D preparing tapi harus menjanjikan stopper D. Kemungkinan mengugurkan kontrak hanyalah partner pegang HK ata A.
Semoga bermanfaat.(Penulis adalah pemain bridge nasional).

TINGGALKAN KOMENTAR